Gen Z Memiliki Pandangan Perihal Bahasa Daerah

- Penulis

Jumat, 11 Oktober 2024 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Generasi Z tengah berbincang-bincang

Foto: Generasi Z tengah berbincang-bincang

Bengkulu, Beritarafflesia. Com – Generasi z memiliki pandangan tersendiri perihal bahasa daerah, karena pasalnya mereka kerap disebut sebagai kambing hitam atas ancaman kepunahan suatu bahasa. 

Seorang peneliti Bahasa Bengkulu Hellen Astria mengakui jika sikap pengguna bahasa menjadi penyumbang ancaman kepunahan bagi daerah. 

Sikap akan malu bila berbahasa daerah di lingkungan pertemanan sehari-hari berujung pada ketidak inginan menggunakan bahasa daerah.

Selanjutnya, benarkah generasi Z enggan melestarikan bahasa daerah.  Erika (20) mengakui tak bisa berbahasa daerahnya sendiri walaupun sedikit. 

Hal tersebut dikarenakan tidak diajarkan oleh kedua orang tuanya semenjak masa kecil.

Padahal dia mengakui jika orang tuanya adalah masyarakat desa Seginim,  kabupaten Bengkulu Selatan, yang sehari-hari berbahasa Melayu dialek Serawai. Sampai kini pun ia sulit untuk belajar bahasa asal ibunya.

“Agak malu juga jika tidak bisa bahasa daerah sendiri, jika tidak bisa gimana. Sekarang saya merantau ke kota Bengkulu untuk membuat peluang saya belajar bahasa daerah semakin sedikit,” ucap Erika.

Ia mengakui jika ia berperan dalam membuat bahasa daerah di Kota Bengkulu dalam posisi sangat rentan akan tetapi , ia sangat yakin masih ada kesempatan untuk belajar bahasa daerah.

Ia juga menuturkan jika banyak teman sebayanya merasa gengsi dalam berbahasa daerah secara kesannya dianggap kuno dan ketinggalan zaman, karena saat ini gen z justru mempopulerkan bahasa baru atau istilah slang.

Sama halnya dengan Lira (21) mahasiswi asal Bengkulu Utara ini merupakan penutur bahasa Rejang yang fasih. 

Baca Juga  Gubernur Rohidin Terima Baznas Award 2022, Sebagai Pendukung Gerakan Cinta Zakat

Namun, ia hanya menggunakan bahasa daerah jika sedang berada di kampung halaman atau bersama keluarga dekat.

Selama kuliah di Kota Bengkulu, ia juga mendapati sesama masyarakat Rejang Bengkulu Utara, akan tetapi tidak berbahasa daerah. 

Melainkan ketika saat berkumpul mereka lebih menggunakan bahasa Melayu atau Bahasa Indonesia bahkan bahasa asing.

“Kalau bisa saya bisa bahasa Rejang akan tetapi ketika bersama teman bahasa tersebut tidak dipakai, sungkan aja rasanya. Alasan saya karena teman saya ada orang Rejang dan orang Selatan bahkan  campur-campurlah,” kata Lira (09/10/24)

Ia menuturkan jika kelestarian bahasa daerah berada di tangan generasi muda saat ini. 

Jika generasi muda enggan berbahasa daerah, maka bisa jadi bahasa yang saat ini masih didengar akan menjadi bahasa yang langka di masa mendatang.

Sementara itu Duta Bahasa Provinsi Bengkulu Dhani Putra mengatakan jika generasi muda saat ini tidak bisa berbahasa daerah, maka bisa dipastikan generasi selanjutnya tidak akan bisa. 

Hal ini memperbesar peluang kerentanan sebuah bahasa menjadi kepunahan.

Ia mengajak agar generasi muda khususnya generasi Z, tidak akan malu bahkan sadar menjadi penerus budaya bahasa yang diwariskan leluhur sebagai sebuah kekayaan. 

Dengan mengenali bahasa daerah melalui lewat percakapan, lagu dan belajar bersama teman sebaya. (Ayy)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah
Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust
Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen
Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu
Gubernur Helmi Pastikan Kuota BBM Subsidi Bengkulu Aman, Soroti Kekurangan SPBU
Empat Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Akhirnya Pulang, Sujud Syukur di Bandara Fatmawati
Pemprov Bengkulu Dorong Semangat Nasionalisme Lewat Seminar dan Peluncuran Buku Karya Helmi Hasan
Sekda Provinsi Bengkulu Terima Audiensi PTA Bengkulu, Bahas Persiapan HUT ke-30
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 16:27 WIB

Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIB

Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust

Senin, 30 Maret 2026 - 14:58 WIB

Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen

Senin, 9 Maret 2026 - 16:15 WIB

Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:40 WIB

Gubernur Helmi Pastikan Kuota BBM Subsidi Bengkulu Aman, Soroti Kekurangan SPBU

Berita Terbaru