Indonesia Bangkit, Menuju Pemulihan Ekonomi

- Penulis

Jumat, 6 November 2020 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritarafflesia.com- Indonesia telah berhasil melewati titik terendah (rock bottom) dalam perekonomiannya. Hal ini tergambar dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2020 yang meski masih terkontraksi -3,49 persen secara year on year (yoy), tetapi membaik dibandingkan kondisi triwulan II-2020 yang terkontraksi mencapai -5,32 persen.

Secara quarter to quarter (qtq) atau dibandingkan kondisi triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia juga tumbuh tinggi di angka 5,05 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan perbaikan ekonomi global yang mulai terlihat di triwulan III-2020.

Perbaikan kondisi ekonomi pada triwulan III ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang dilakukan secara intensif dalam upaya Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Intervensi pemerintah dalam penanganan kesehatan telah mendorong kepercayaan yang kemudian meningkatkan aktivitas masyarakat.

“Begitu pun intervensi pemerintah melalui program-program pemulihan ekonomi yang ditujukan untuk menahan laju penurunan kinerja ekonomi, yang berhasil menggerakkan konsumsi masyarakat dan investasi swasta,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Keterangan Pers terkait Pertumbuhan Ekonomi, Kamis (5/11/2020).

Perbaikan ekonomi Indonesia dari sisi permintaan (demand) didukung oleh pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 9,76 persen (yoy). Hal ini menggambarkan upaya pemerintah dalam menstimulasi perekonomian melalui program-program PEN.

Perbaikan juga terlihat pada sisi penawaran (supply). Terdapat sektor yang melejit tinggi setelah di triwulan sebelumnya tumbuh minus, yaitu: sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 24,28 persen dari -29,18 persen di triwulan sebelumnya, sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh 14,79 persen dibandingkan triwulan sebelumnya di posisi -22,21 persen, industri pengolahan tumbuh 5,25 persen dari posisi -6,29 persen, dan sektor perdagangan yang tumbuh 5,68 persen dari posisi -6,71 persen di triwulan sebelumnya.

“Sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial, perbaikan cukup signifikan juga dialami oleh sektor transportasi dan pergudangan, serta sektor penyediaan akomodasi dan makanan-minuman (mamin) yang sebelumnya mengalami kontraksi terdalam, tetapi pada triwulan ini mengalami pertumbuhan antar kuartal yang tertinggi,” jelas Menko Airlangga.

Kemudian, indikasi perbaikan juga terlihat pada sejumlah indikator ekonomi seperti Purchasing Managers Index (PMI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), indeks penjualan ritel, dan surplus neraca perdagangan.

Indikasi pemulihan ekonomi ini juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga menurut pengeluaran, yang juga menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan triwulan kedua. Konsumsi Rumah Tangga tercatat tumbuh 4,70 persen dari posisi -6,53 persen pada triwulan kedua, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 8,45 persen dari -9,71 persen di triwulan sebelumnya, dan Belanja Pemerintah tercatat naik 16,93 persen.

Baca Juga  Babinsa Sejegi Dampingi Masyarakat Penerima BLT-DD

Secara spasial, lanjutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi daerah masih sangat dipengaruhi oleh faktor kesehatan yang menyebabkan pembatasan fisik dan sosial, serta aktivitas pariwisata. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan ketiga, dibandingkan dengan triwulan kedua menunjukkan angka positif untuk seluruh provinsi.

Seperti DKI Jakarta yang tumbuh 8,38 persen dan berkontribusi pada PDB nasional sebesar 17,66 persen. Provinsi Jawa Timur tumbuh 5,89 persen dengan kontribusi sebesar 14,73 persen, Sulawesi Selatan tumbuh 8,18 persen dan berkontribusi 3,33 persen, serta Sumatera Utara yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,13 persen dengan kontribusi 5,13 persen.

Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Pemerintah menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan dan pemulihan ekonomi, di antaranya dengan meningkatkan efektivitas belanja pemerintah melalui Program PEN, dan meningkatkan arus permodalan (capital inflow) yang berpotensi meningkatkan investasi.

“Kami juga mendorong ekspor utama Indonesia dengan memanfaatkan perbaikan harga komoditas, seperti kelapa sawit dan batu bara, di pasar internasional. Untuk kelapa sawit sendiri yang mendorong sektor pertanian meningkat,” ujar Menko Airlangga.

Pandemi juga berdampak pada kondisi ketenagakerjaan di tanah air, dengan meningkatnya angka pengangguran sebanyak 2,67 juta orang menjadi 9,77 juta orang. Pekerja Paruh Waktu bertambah 4,23 juta orang dan Pekerja yang Setengah Penganggur bertambah 4,83 juta orang, sementara Pekerja Penuh menurun dengan penurunan sebanyak 9,46 juta orang.

Sehingga, untuk mengatasi disrupsi kondisi ketenagakerjaan akibat pandemi, pemerintah telah menerapkan program Kartu Prakerja dan melakukan reformasi regulasi melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, untuk meningkatkan investasi dan juga menciptakan lapangan pekerjaan. Agar strategi pemulihan ekonomi berjalan dengan baik, pemerintah juga telah menyiapkan Program Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menambahkan, proses adaptasi Indonesia cukup baik, termasuk jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

“Dengan adanya kenaikan per kuartal sekitar 5 persen menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah juga responsif dan adaptif kepada perkembangan. Kemudian, jika dalam kuartal keempat, konsumsi pemerintah akan tumbuh sama besarnya dengan kuartal ketiga, maka kita akan bisa menutup tahun ini dengan pertumbuhan ekonomi mendekati nol atau beberapa poin di atas nol,” ungkapnya.

Sumber : Infopublik

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak
Operasi Antik LK 2026 Berakhir, Polda Riau Bongkar 435 Kasus Narkoba dan 557 Tersangka Diamankan
Polda Lampung Ungkap Kasus Love Scamming, Kerugian Korban Capai Rp1,4 Miliar
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Sugapa, Wujudkan Rasa Aman bagi Masyarakat
Polri Dorong Kolaborasi Nasional Lindungi Karya Anak Bangsa di Era Digital
Rakernis Pusjarah Polri: Perkuat Implementasi Tribrata Dan Catur Prasetya
Tokoh Agama di Timika Apresiasi Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026
Satlantas Polres Rejang Lebong Gelar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di Kantor Camat Curup Selatan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:17 WIB

Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana di AVC Men’s Club Championship 2026 Pontianak

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:06 WIB

Operasi Antik LK 2026 Berakhir, Polda Riau Bongkar 435 Kasus Narkoba dan 557 Tersangka Diamankan

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:48 WIB

Polda Lampung Ungkap Kasus Love Scamming, Kerugian Korban Capai Rp1,4 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:36 WIB

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Sugapa, Wujudkan Rasa Aman bagi Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:33 WIB

Polri Dorong Kolaborasi Nasional Lindungi Karya Anak Bangsa di Era Digital

Berita Terbaru