Jelang Nataru 2026, Pemprov Bengkulu dan Forkopimda Ikuti Rakor Nasional Antisipasi Bencana

Pemprov202 Dilihat

Bengkulu, Beritarafflesia.com.-  Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti rapat koordinasi nasional melalui Zoom Meeting dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Wakil Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenkopolhukam) pada Senin (1/12/2025) pagi.

Rapat tersebut fokus membahas langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan.

Ia menegaskan bahwa dalam dua pekan terakhir telah terjadi beberapa bencana di sejumlah wilayah.

Ini kami imbau kepada pemerintah daerah untuk mengantisipasi bencana alam. Dalam dua minggu terakhir telah terjadi bencana di Cilacap, Jawa Tengah, serta di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau,” ujar Mendagri.

Rakor ini juga menghadirkan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang memaparkan potensi cuaca ekstrem menjelang Nataru.

Baca Juga  Gubernur Helmi Hasan Imbau Masjid dan Majelis Taklim di Bengkulu Laksanakan Amalan Mitigasi Langit

Ia menyebutkan beberapa daerah, termasuk Bengkulu, berpotensi terdampak pertumbuhan bibit siklon tropis.

Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, NTB, Papua Tengah, DKI Jakarta, Jawa, Bali, Maluku, dan NTT. Dampaknya bisa langsung maupun tidak langsung,” jelasnya.

BMKG memprediksi bibit siklon tropis dapat memicu curah hujan tinggi selama dua hingga tiga hari di beberapa wilayah tersebut.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Mantapkan Penyaluran Donasi Bencana Sumatera, Wagub Mian Dorong Forum CSR Turun Tangan

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, yang turut mengikuti rakor, memastikan bahwa Pemprov Bengkulu akan memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Forkopimda untuk memitigasi risiko bencana di akhir tahun.

“Ini adalah rapat kesiapsiagaan yang dipimpin Menkopolhukam dan Mendagri terkait kesiapan menghadapi Nataru dan mitigasi bencana. Forkopimda di setiap daerah diminta solid dalam pemantauan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan hal tersebut tidak berdampak ke Bengkulu,” ungkap Mian.

Wamenkopolhukam Lodewijk Freidrich Paulus menekankan bahwa kesiapsiagaan daerah membutuhkan penguatan koordinasi lintas sektor, terutama menghadapi tingginya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.

Kesiapsiagaan Forkopimda menuntut adanya penguatan lintas sektor selama akhir tahun, baik terkait keramaian, objek vital, maupun rumah ibadah, demi mencegah berbagai potensi permasalahan,” ujarnya.

Pemerintah pusat berharap seluruh pemerintah daerah dapat bersiap lebih awal untuk memastikan Nataru 2026 berlangsung aman dan kondusif. (Br)Adv

Share