Beritarafflesia.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu menyelenggarakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) tenis meja tingkat SMP dan SMA se-Provinsi Bengkulu dalam rangka menyambut Hari Anti Narkoba di Mega Mall lantai II, Rabu (15/06/22).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Harian KONI (Komite Nasional Olahraga Indonesia) Provinsi Bengkulu H. Dadang Mishal, SH., MM., Anggota DPD RI Kanedi, OPD Di Lingkup Kota/Provinsi Bengkulu, Kepala BNN Provinsi Bengkulu Supratman, dan Ketua BNN Kota Bengkulu Alexander S Soeki.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang Mishal mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh BNN ini, yang tentunya poin dari kegiatan Kejurda ini sangat menjunjung tinggi anti narkoba.

“Sebelum bertanding harus sehat artinya harus terbebas dari narkoba dan ini menjunjung tinggi yang disebut “Men Sana in Corpore Sano” atau berarti tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Dan saya berharap dari pertandingan kejurda ini melahirkan atlet baru, yang nanti kita persiapkan ke Porwil di Aceh 2023,” ungkap Dadang Mishal.
Dadang juga menjelaskan bahwa saat ini kondisi KONI Provinsi sedang dalam pembenahan, KONI juga sudah melakukan kerjasama dengan kampus-kampus yang ada di Bengkulu, salah satunya Universitas Bengkulu (UNIB).
Dadang juga menjelaskan bahwa setiap kampus memiliki BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia), dan KONI merupakan induk BAPOMI sebagai cabor (cabang olahraga).
“Koni adalah wadah tempat menciptakan atlet-atlet, semata bukan KONI saja tetapi harus bersinergi dengan seluruh unsur-unsur yang lain, agar majunya Koni untuk membawa nama daerah,” jelas Dadang.
Menurut Dadang, membangun olahraga tidak bisa dilakukan sendirian, harus ada dorongan serta dukungan dari pemerintah daerah. Untuk itu kedepan Provinsi Bengkulu diharapkan dapat dijadikan sebagai tempat pelatihan nasional untuk atlet Indonesia yang berjuang di Sea Games maupun Asian Games.
“Konsepnya, olahraga juga bisa bersinergi dengan Kementerian lainnya, seperti Kementerian Pariwisata yang mana mengangkat kearifan lokal Provinsi Bengkulu dan pariwisata Provinsi Bengkulu ke depannya,” tambahnya.
Kemudian Kepala BNN Provinsi Bengkulu Supratman mengatakan, kegiatan ini salah satu bentuk mendukung pencegahan dan peredaran gelap narkoba dan diberi nama ‘Smash On Drug’, yang berarti perang melawan narkoba. Penamaan tersebut karena BNN sedang intens melakukan pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dijelaskan Supratman, selain menyambut HAN (Hari Anti Narkoba) pada 26 Juni mendatang, kegiatan ini sebagai sarana mencari bibit atlet baru untuk diberangkatkan ke event ‘Smash on Drug’ tahun depan.
“Penyelenggaraan Smash on Drug tahun ini diselenggarakan di Bali. Jadi kalau kita sudah memiliki bibit yang bagus dan tahun depan kita di support oleh pemerintah provinsi, kota dan koni, kita bisa mengirimkan atlet,” demikian Supratman.(adv)












