PDAM Keluhkan Bahan Baku Air Bersih, DLHK Provinsi Beri Tanggapan

- Penulis

Rabu, 19 Januari 2022 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PDAM Keluhkan Bahan Baku Air Bersih

PDAM Keluhkan Bahan Baku Air Bersih

Beritarafflesia.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bengkulu, mengeluhkan kesulitan mendapat bahan baku air bersih. Seperti di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Surabaya yang mengandalkan air Sungai Bengkulu sebagai bahan baku utamanya.

Kurangnya debit air Sungai Bengkulu dan tingginya tingkat kekeruhan air menjadi persoalan nyata. Ditambahkan lagi air baku itu bercampur material limbah seperti limbah cangkang sawit, Limbah Crude Palm Oil (CPO), limbah karet dan batu bara yang tersedot mesin pompa ke bak pengolahan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu Zainubi menampik hal itu. Dikatakannya, berdasarkan laporan hasil uji laboratorium yang telah terakreditasi dan terintegrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),  perusahaan yang beroperasi di Provinsi Bengkulu sudah memenuhi ketentuan.

Selain itu juga tidak melebihi baku mutu yang ditetapkan pada saat pembuangan air limbah, baik itu pabrik karet, CPO dan batu bara. Menurut Zainubi, seluruhnya sudah melewati proses yang panjang sebelum dilepaskan ke sungai, sehingga menjamin ketentuan yang telah ditentukan.

Baca Juga  Nuansa Baru Saimen Bakery Plus Cafe dan Tampilan Moderen Dengan Harga Terjangkau

“Kami sangat mewanti-wanti betul terkait limbah yang dihasilkan,” ungkap Zainubi, Rabu (19/01/22).

Zainubi menyebut bahwa saat dilakukan uji lab sampel pada musim hujan dan musim kemarau, ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. Yaitu, koli (Tinja) yang dihasilkan dari pengaruh pembuangan sampah oleh aktivitas masyarakat di sempadan sungai.

Serta beberapa masyarakat membuang limbah tinja langsung ke sungai tanpa menggunakan septic tank. Saat dilakukan perhitungan Indeks Kualitas Air (IKA), menggunakan Indeks Pencemaran (IP) melalui uji Lab dikategorikan Pencemaran Sedang, dengan perhitungan secara Storet, dimana hal itu sangat mengkhawatirkan.

“Laporan yang disampaikan pelaku usaha ke kami, baik batu bara CPO, karet dalam laporan pengolahan limbah cair tidak ada yang melebihi baku mutu,” demikian Zainubi. (Adv)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Pacu Verval Kopdes Merah Putih agar Segera Beroperasi
HUT ke-81 PMI, Sekdaprov Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
Pemprov Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih
Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais
Jelang Operasional, Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Terima Audiensi Kepala Kanwil DJPb, Helmi Hasan Tegaskan Pentingnya Sinergi Pembangunan
Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Pemprov Bengkulu Matangkan Kesiapan RPH
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Pemprov Bengkulu Pacu Verval Kopdes Merah Putih agar Segera Beroperasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:05 WIB

HUT ke-81 PMI, Sekdaprov Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemprov Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Helmi Hasan Resmikan Titik Nol Jalan Simpang 4 Gunung Selan- Lais

Berita Terbaru