Pemkot Bengkulu Ikuti Rakor TPID, Harga Bapok Jelang Nataru 2026 Masih Stabil

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, Beritarafflesia.com.- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terkait stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Rakor yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut dilaksanakan secara daring, Senin (22/12/2025).

Rakor ini diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia guna memantau perkembangan harga bapok serta langkah antisipasi inflasi menjelang momentum hari besar keagamaan nasional. Pemkot Bengkulu diwakili oleh Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi, mewakili Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Wali Kota Dewi Dharma, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagrin) Alex Periansyah, Kepala Bagian Ekonomi Dadi, perwakilan Kejaksaan Negeri, Sekretaris Dinas Kominfo, Bappeda, serta Dinas Pertanian Kota Bengkulu.

Usai mengikuti rakor, Asisten II Sehmi menjelaskan bahwa secara nasional memang terjadi lonjakan harga pada sejumlah komoditas, khususnya cabai merah dan cabai rawit di beberapa daerah. Bahkan di sejumlah wilayah, kenaikan harga cabai dilaporkan mencapai lebih dari 200 persen.

Namun demikian, kondisi harga bapok di Kota Bengkulu hingga saat ini masih tergolong stabil. Untuk harga cabai merah di Kota Bengkulu berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram dan dinilai masih dalam batas wajar.

Untuk lonjakan harga memang terjadi di beberapa daerah, terutama cabai rawit dan cabai merah. Kalau komoditas lain masih stabil. Harga cabai merah di Kota Bengkulu Rp60 ribu per kilogram dan itu masih tergolong stabil,” ujar Sehmi didampingi Plt Kadis Perdagrin Alex Periansyah.

Menurut Sehmi, stabilnya harga bapok di Kota Bengkulu tidak terlepas dari langkah antisipatif Pemkot Bengkulu yang telah menggelar bazar pasar murah di seluruh kecamatan sejak 10 hingga 18 Desember 2025.

Kita sudah melaksanakan pasar murah dari tanggal 10 sampai 18 Desember kemarin. Alhamdulillah, untuk bahan pokok lain seperti minyak goreng dan beras masih terkendali,” katanya.

Pemkot Bengkulu memastikan akan terus memantau perkembangan harga bapok serta siap mengambil langkah lanjutan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. (Br)

Share
Baca Juga  Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi Hadiri Acara Pengukuhan Bunda Literasi Se-Provinsi Bengkulu

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Hadiri Takziah Warga Kebun Tebeng
Pemkot Bengkulu Tegaskan Aksi Buang Sampah di Kantor Wali Kota dan DPRD Langgar Hukum
Tata Pasar Panorama, Pemkot Bengkulu Gratiskan Retribusi PKL Selama Tiga Bulan
Pemkot Bengkulu Gelar Gotong Royong di Kawasan Wisata Pantai Panjang
Wali Kota Bengkulu Hadiri Syukuran Pelantikan PPPK Damkar, Serahkan Dua Unit Armada dan Lepas ASN Purna Bakti
Walikota Dedy Wahyudi Bersama Kepala OPD Hadiri Takziah di Teluk Segara
Pj Sekda Kota Bengkulu Resmi Buka Kegiatan Sejuta Vaksin HPV untuk ASN dan Masyarakat Umum
Jalan Mulus di Perumahan Perindo, Warga Gelar Syukuran Bersama Walikota
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:11 WIB

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Hadiri Takziah Warga Kebun Tebeng

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:52 WIB

Pemkot Bengkulu Tegaskan Aksi Buang Sampah di Kantor Wali Kota dan DPRD Langgar Hukum

Senin, 26 Januari 2026 - 16:26 WIB

Tata Pasar Panorama, Pemkot Bengkulu Gratiskan Retribusi PKL Selama Tiga Bulan

Senin, 26 Januari 2026 - 12:55 WIB

Pemkot Bengkulu Gelar Gotong Royong di Kawasan Wisata Pantai Panjang

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:30 WIB

Wali Kota Bengkulu Hadiri Syukuran Pelantikan PPPK Damkar, Serahkan Dua Unit Armada dan Lepas ASN Purna Bakti

Berita Terbaru