Bengkulu, Beritarafflesia.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu diminta lebih giat dalam meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat guna menjaga pertumbuhan Ekonomi Daerah, khususnya di Kota Bengkulu
“Demi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, kami menyarankan pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat,” kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal di Kota Bengkulu, Rabu (05/10/2022).
Hal tersebut dilakukan lantaran hingga saat ini tingkat konsumsi masyarakat Bengkulu belum begitu pulih dan masih berdampak dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu yang lalu.
Untuk itu pihaknya telah mengusulkan agar pemerintah memberikan dua insentif kepada dunia usaha, seperti memberikan keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Cukai dalam jangka waktu tertentu untuk memulihkan ekonomi.
Insentif tersebut dapat dipertimbangkan setidaknya untuk tiga bidang yaitu PPN antar korporasi pada rantai pasokan, insentif PPN yang ditanggung pemerintah untuk korporasi, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM), dan insentif PPN di sektor logistik.
“PPN di sektor logistik tentu berpengaruh terhadap penurunan ongkos logistik yang dapat berdampak pada harga jual ke konsumen,” ujarnya.
Kemudian, insentif PPN di tingkat konsumen akhir yaitu insentif PPN yang ditanggung pemerintah dapat diberikan untuk kategori barang/jasa tertentu, seperti jasa pendidikan dan jasa transportasi yang penting bagi masyarakat, sehingga dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat agar transaksi ekonomi menjadi lebih tinggi.
Lanjut Rizal, selain dapat mendorong daya beli masyarakat kebijakan tersebut juga dapat mengatur pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih baik lagi. Perusahaan pun dapat mempertahankan kinerja mereka dan tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan mereka. Insentif yang tepat, dapat memacu daya beli masyarakat yang berujung pada kestabilan ekonomi. (ZN)












