Kepala DPK Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi
Bengkulu,Beritarafflesia.com- Upaya meningkatkan budaya literasi dan minat baca di tengah masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu mendorong pembentukan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial.
Kepala DPK Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi mengatakan, keberadaan perpustakaan sangat pentinguntuk mengubah kesejahteraan masyarakat desa. Selain berfungsi sebagai tempat belajar, Perpustakaan juga diharap dapat memberdayakan masyarakat.
“Pembangunan perpustakaan perlu ada pemerataan. Sampai pelosok kelurahan atau desa akan terus kami dorong dan kami bina pembentukannya,” ujarnya, Sabtu (8/10/2022).
Dalam mencapai indeks literasi yang tinggi, kata Meri, perlu dilakukan pengadaan koleksi bahan baca yang berkualitas dan sesuai kebutuhan potensi daerah.
Langkah lainnya berupa terobosan agar perpustakaan mempunyai wajah baru dengan pengadaan perpustakaan digital sebagai inovasi dan kreasi.
“Memaksimalkan keberadaan perpustakaan ini tidak lepas dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan program satu desa/kelurahan memiliki satu perpustakaan,” katanya.
Terlebih program ini regulasinya sudah jelas dengan adanya peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur.
“Pemenuhan Indeks Pembangunan Literasi terus kita lakukan. Beberapa tahun yang lalu literasi kita berada di urutan bawah, berkat kerjasama semuanya, hasilnya Bengkulu mendapat urutan kedelapan secara nasional pembangunan literasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya meminta kepada bupati/walikota juga menetapkan regulasi di kabupaten/kota melalui peraturan bupati (Perbup) dan peraturan walikota (Perwal) yang mengatur terkait keberadaan perpustakaan.
“Saat ini baru tiga daerah yang telah menyelesaikan regulasi. Harapan kita daerah lainnya dapat diselesaikan dan nantinya di desa juga ada peraturan desa yang mengamanatkan 5 persen dana desa itu bisa dipakai untuk pembangunan berkebutuhan perpustakaan atau literasi desa dapat dijalankan dengan baik,” tutur Meri.
Sementara itu, melanjutkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial, Meri menyampaikan tujuannya untuk mendukung pemerintah daerah mencapai kesejahteraan masyarakat.
“Potensi di desa itu seperti pertanian, perdagangan dan perikanan. Dengan literasi yang ada di perpustakaan, dengan SDM yang ada di masyarakat serta didukung oleh dana desa insya allah akan terwujud desa yang sejahtera dengan makmur yang menjadi potret Indonesia nantinya,” sampainya.
Meri berharap kedepan program, kebijakan, dan upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat di Bengkulu dapat terlaksana dengan baik. Sehingga dapat tercapai kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan visi misi Bengkulu maju, hebat dan sejahtera.
“Dengan adanya duta baca, pegiat literasi, dan lain sebagainya, termasuk Bunda Literasi yang telah terbentuk dapat menjadi motivator dan inisiator dalam rangka peningkatan indeks literasi dan kegemaran membaca di provinsi Bengkulu,” pungkasnya.”(BR1)Adv












