Bengkulu, Beritarafflesia.com.- Meskipun tengah menjalani program pendidikan di National University of Singapore (NUS), Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi tetap menunjukkan komitmen kuat dalam memimpin jalannya pemerintahan.
Melalui komunikasi jarak jauh, Dedy secara intens memonitoring aktivitas jajaran Pemkot Bengkulu serta memberikan arahan tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan etos kerja.
Dalam arahannya pada Kamis malam (13/11/2025), Dedy menekankan pentingnya budaya kerja yang terukur dan efisien. Ia meminta seluruh OPD meninggalkan pola kerja yang hanya mengedepankan formalitas tanpa menghasilkan capaian nyata.
“Biasakan kerja terukur, bukan hanya siap tapi tidak ada indikator hasil atau menyelesaikan sebuah perintah tadi,” tegasnya.

Dedy juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menginstruksikan seluruh OPD untuk aktif berinteraksi melalui platform digital tersebut.
“Ini penting, saya sampaikan seluruh OPD aktif di media sosial. Terkadang keluhan masyarakat saya balas di medsos. Kalau bapak ibu tidak ada medsos berarti sudah tertinggal, tidak bisa merespon atas kondisi terbaru di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia kembali menekankan agar setiap OPD, termasuk kepala OPD, memiliki dan mengaktifkan akun media sosial.
“Medsos di OPD masing-masing diaktifkan, termasuk juga bapak ibu harus punya akun medsos. Saya akan perintah nanti menge-tag OPD atau kepala OPD bersangkutan,” tambahnya.
Selain itu, Dedy menyoroti pentingnya respons cepat dari para kepala OPD ketika dihubungi pimpinan.
“HP-nya harus aktif, bagaimana mungkin saya selaku pimpinan gerak cepat kalau bapak ibu dihubungi HP tidak aktif. Di WA respon sangat lambat,” keluhnya.
Di akhir arahannya, Dedy meminta agar pelaporan tetap berjalan rutin meskipun ia berada di luar negeri. Menurutnya, di era digital jarak tidak lagi menjadi hambatan.
“Saya juga minta semua rutin memberi laporan. Hari ini jarak bukan menjadi kendala, bukan menjadi hambatan berkomunikasi,” pungkasnya. (Br)













