Bengkulu Tengah, Beritarafflesia.com. — Warga Dusun I Desa Pondok Kubang, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengeluhkan bau menyengat dan serbuan lalat yang diduga berasal dari aktivitas kandang ayam milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ibadah.
Keluhan warga kian menguat setelah kandang ayam tersebut beroperasi sekitar satu bulan terakhir. Sejak itu, bau tak sedap mulai tercium di kawasan permukiman dan jumlah lalat meningkat signifikan, bahkan masuk ke rumah warga dan tempat ibadah.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keresahannya terhadap kondisi tersebut.
“Kami saat ini merasa sangat resah dengan serbuan lalat dan bau menyengat di lingkungan kami. Kandang ayam yang beroperasi ini sudah mulai membuat kami tidak nyaman. Baru satu bulan beroperasi, lalat dan bau sudah mencemari lingkungan, bahkan tempat ibadah kami juga dipenuhi lalat,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. Mereka khawatir kondisi ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat serta memicu konflik sosial apabila tidak segera ditangani.
Menanggapi keluhan warga, Ketua BUMDes Desa Pondok Kubang, Lukman Hakim, mengatakan pihaknya akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada pemerintah desa dan pendamping desa.
“Kalau memang ada masyarakat yang mengeluh dan berdampak buruk bagi lingkungan, tentu akan kami laporkan ke pemerintah desa dan pendamping. Saya tidak bisa memutuskan sendiri karena ini badan usaha, ada struktur pengurus seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan pengelola. Kami bekerja berdasarkan SK dari pemerintah desa,” jelas Lukman.
Ia juga mengungkapkan bahwa BUMDes tidak terlibat sejak awal dalam proses pembangunan kandang ayam tersebut, termasuk terkait perizinan lingkungan.
“Kami menerima bangunan kandang dalam kondisi sudah siap diisi. Soal proses pembangunan, izin lingkungan, maupun apakah ada perjanjian dengan masyarakat, kami tidak mengetahui. Kalau memang nantinya harus dipindahkan, itu juga tidak mudah karena harus memulai dari awal lagi, termasuk pembangunan fisik,” tambahnya.
Saat ini, pihak BUMDes berjanji akan membahas keluhan masyarakat bersama pemerintah desa dan pendamping desa.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan pihak kecamatan akan dilibatkan untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan yang dikeluhkan warga. (BR) Rizon












