Wawali Paparkan Strategi Pemkot Bengkulu  Turunkan Angka Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

- Penulis

Selasa, 24 Januari 2023 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.com-  Selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi hadir pada rakor Forkopimda se-Provinsi Bengkulu tentang Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim yang digelar di balai raya Provinsi Bengkulu, Selasa malam (24/1/23).

Pada rakor yang dipimpin Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah itu, Dedy juga diminta memaparkan strategi Pemkot Bengkulu dalam menangani serta menurunkan angka stunting dan angka kemiskinan ekstrim.

Dedy yang hadir didampingi Kadis DP3AP2KB Dewi Dharma menyampaikan bahwa untuk angka kemiskinan, saat ini Kota Bengkulu berada di peringkat ke 4 se-Provinsi Bengkulu.

“Sebelumnya memang kota penyumbang terbanyak angka kemiskinan di provinsi. Tapi itu juga yang jadi pemicu kami untuk melakukan intervensi secara masif. Jika sebelumnya Kota Bengkulu tertinggi, sekarang Alhamdulillah kita bisa bergeser di peringkat ke 4,” sampai Dedy.

Menurut Dedy, antara kemiskinan dan stunting seperti 2 sisi mata uang. Kalau kemiskinan tinggi, biasanya diikuti dengan tingginya angka. Maka diperlukan strategi jitu untuk memutus mata rantai dari hilir.

Baca Juga  Walikota Helmi: Warga Yang Tinggal Di kota Bengkulu Berhak Rasakan Kebahagiaan

“Strategi penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim di Kota Bengkulu ada 3 cara secara garis besar, pertama dengan menurunkan beban pengeluaran. Contohnya di bidang kesehatan kita gratiskan masyarakat berobat melalui progra UHC kerjasama dengan BPJS,” kata Dedy.

Kedua, dengan cara meingkatkan pendapatan. Kemudian meminimalisir kantong kemiskinan. Contohnya perbaikan rumah tidak layak huni pada dinas perkim. Kemudian kerjasama dengan Kemenag, dimana setiap warga yang mau atau akan menikah diberikan bimbingan.

Selanjutnya, melakukan inovasi pencegahan stunting. Yang pertama, program Pekaro Stunting yakni dimulai dari pendampingan, catin, baduta, ibu hamil dan pasca melahirkan. Ada juga program babe wangi yakni balita bebas rawan gizi. “Kami bersama kader KB juga gencar sosialisasi stunting,” demikian Dedy.(ta)

 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru