Front Pembela Rakyat (FPR) melaporkan kasus korupsi di pemeliharaan kendaraan dinas dan bahan bakar minyak di Setwan DPRD Seluma pada tahun 2017
Bengkulu, Beritarafflesia.com Front Pembela Rakyat (FPR) melaporkan kasus korupsi di pemeliharaan kendaraan dinas dan bahan bakar minyak di Setwan DPRD Seluma pada tahun 2017 silam ke Komisi Polisi Nasional (Kompolnas), Selain ke Kompolnas FPR juga akan melapor ke Kapolri dan Kapolda Bengkulu. Kamis (30/9/2021).
Rustam Efendi sebagai ketua Front Pembela Rakyat (FPR) mengatakan, laporan terkait kejelasan para pihak yang terlibat dalam kasus yang seharusnya menurut FPR dan praktisi hukum ditetapkan juga sebagai tersangka. Dalam kasus korupsi tersebut, penyidik telah menetapkan 3 orang tersangka yang kini menjadi terpidana. Ketiganya adalah Syamsul Asri (ASN/Bendahara), yang menjalani hukuman 1 tahun 4 bulan penjara, Fery Lastoni (ASN/PPTK), divonis menjalani hukuman 1 tahun 4 bulan penjara kemudian Eddy Soepriyadi (ASN/Sekwan), divonis 1 tahun 3 bulan serta pidana denda sebesar Rp 50 juta, subsidair 1 bulan kurungan.
“Jadi kita ingin penegakan hukum atas kasus tersebut tidak berhenti pada ASN saja, melainkan juga para penikmat uang hasil korupsi juga harus ditindak. Kita pelajari kasus ini, sudah seharusnya yang menikmati uang korupsi harus ditetapkan sebagai tersangka,” kata Rustam.
Ada 8 anggota DPRD Seluma periode 2014-2019 yang diduga turut menikmati hasil korupsi tersebut, namun sampai saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka ujar Rustam,
“Fakta-fakta hukumnya jelas berdasarkan hasil audit BPK RI tahun 2017, meskipun kerugian negara dikembalikan oleh para penikmat uang tersebut, tapi tidak menghapuskan unsur pidananya. Apalagi ini kasus korupsi, terlebih pengembalian kerugian negara dilakukan setelah kasus tersebut naik status ke penyidikan, kami melihat ada ketidakadilan dalam kasus ini,” ujar Rustam.
Rustam meminta Kompolnas mengawasi kasus ini dan meminta Kapolri untuk melakukan supervisi ke Polda Bengkulu agar kasus ini dilanjutkan dengan menetapkan 8 anggota dewan 2014-2017 sebagai tersangka.
Diketahui, kasus korupsi pemeliharaan kendaraan dinas dan bahan bakar minyak di Setwan DPRD Seluma tahun 2017 bergulir di Ditreskrimsus Polda Bengkulu. Ada 3 ASN telah di tetapkan menjadi terpidana. Adapun kerugian negara dalam kasus itu Rp 900 juta dan telah dikembalikan Rp 700 juta.(Phr)












