BPBD Kota Bengkulu Usulkan 18 Kelurahan Menjadi Daerah Tangguh Bencana

- Penulis

Selasa, 12 Desember 2023 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengusulkan 18 kelurahan ke pemerintah pusat sebagai daerah tangguh bencana.

18 kelurahan tersebut dinilai berhadapan langsung dengan wilayah pantai sehingga sangat rawan jika terjadi gempa bumi dan tsunami.

Dikatakan Kalaksa BPBD Kota Bengkulu Will Hopi, Selasa (12/12). 18 kelurahan yang berada di pesisir pantai seperti Kelurahan Teluk Sepang, Kelurahan Pondok Besi, Kelurahan Sumber Jaya, Kelurahan Penurunan, Kelurahan Kebun Beler. Kelurahan Sumur Meleleh, Kelurahan Padang Serai dan sejumlah kelurahan lainnya di Kota Bengkulu yang langsung berhadapan dengan laut.

“Kita saat ini menyelesaikan enam kelurahan tangguh bencana dan akan berakhir pada pertengahan 2024. Dari hasil tersebut apakah kita masih diberikan jatah untuk penambahan kelurahan tangguh bencana sebab data telah kita masukkan bahwa di Kota Bengkulu yang berhadapan langsung dengan pantai ada 18 kelurahan,” ucapnya.

Namun, usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat, sebab bukan hanya Kota Bengkulu yang rawan terhadap bencana tetapi juga beberapa wilayah lainnya seperti Kabupaten Kaur, Kabupaten Mukomuko dan lainnya.

Baca Juga  Plt Walikota Apresiasi Program Bedah Rumah dari Polda Bengkulu

Sebelum itu, terdapat enam wilayah di Kota Bengkulu yang mendapatkan pelatihan tangguh bencana dari pemerintah pusat.

Enam daerah tersebut yaitu Kelurahan Lempuing, Kelurahan Malabero, Kelurahan Berkas, Kelurahan Penurunan, Kelurahan Beringin Raya dan Kelurahan Pasar Bengkulu.

Ia menjelaskan, penentuan enam daerah rawan bencana tsunami tersebut berasal dari kajian BNPB yang dilakukan bersama BPBD dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu.

Sehingga, potensi tersebut dilihat dari resiko tertinggi jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Bengkulu.

Kemudian, saat ini terdapat 100 rambu-rambu yang telah terpasang di enam kelurahan tersebut untuk dibentuk menjadi daerah tangguh bencana yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru

Rejang Lebong

BPJN Bengkulu Mulai Pembangunan Jalan Air Duku – Tower

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:51 WIB