Foto/ Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat Bantuan Sosial pada Ratusan Dhuafa dan Ojol
Bengkulu,Beritarafflesia.com – Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi secara langsung memimpin penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dalam agenda Layanan Edukasi dan Kepedulian Dhuafa dan Driver Ojek Online (LEKAD) ke-4 yang berlangsung di Balai Kota Merah Putih, Kota Bengkulu, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus memastikan masyarakat dari kelompok kurang mampu tetap mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah.
Melalui program LEKAD ke-4, Pemerintah Kota Bengkulu bersama pihak terkait kembali menyalurkan bantuan kepada anak yatim, kaum dhuafa, serta pengemudi ojek daring yang dinilai membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ratusan paket bantuan berupa sembako diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya hadir melalui kebijakan dan program, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Menurut Dedy, perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah daerah. Karena itu, berbagai program sosial harus terus diarahkan agar manfaatnya dapat diterima secara tepat oleh masyarakat.
“Tugas utama pemerintah adalah memastikan warganya tersenyum dan bahagia. Melalui program LEKAD ke-4 ini, kita ingin memastikan para kaum dhuafa dan driver ojek online mendapatkan hak, dukungan moril, dan jaminan sosial yang layak agar mereka tetap optimis menatap masa depan,” ujar Dedy.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kepedulian sosial secara berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan tidak boleh merasa berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Program LEKAD ke-4 diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta membangun kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Dengan penyaluran bantuan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, terutama bagi anak yatim, kaum dhuafa, dan pengemudi ojek daring yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan perekonomian Kota Bengkulu.(Mj)












