Tangani Kasus Stunting, Pemkot Bengkulu Bagikan 26 Unit Motor Untuk Para PKB

- Penulis

Rabu, 31 Januari 2024 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memberi sebanyak 26 unit motor bagi para penyuluh keluarga berencana (PKB) yang juga ditugaskan untuk menangani kasus stunting.

Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi dalam penyerahan motor bagi penyuluh KB di kantor DP3AP2KB, Selasa (30/1), menyampaikan, bahwa ada kolaborasi pelayanan KB dan penanganan stunting.

Ucap dia, para petugas penyuluh KB dalam tugasnya tidak hanya menjemput akseptor KB atau peserta keluarga berencana usia subur, namun juga dengan fasilitas diberikan motor ini untuk datang ke lokasi-lokasi khusus penanganan stunting.

“Penyerahan motor ini untuk memaksimalkan kerja penyuluh KB, sehingga angka stunting di Kota Bengkulu dapat ditekan,” ujar Arif didampingi Asisten III Tony Elfian, Staf Ahli Pemkot I Made Ardana, Kepala DP3AP2KB Dewi Dharma.

Selain itu, Arif berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat para penyuluh KB di wilayah mereka, dalam menjalankan tugas, khususnya penyuluhan KB dan penurunan angka stunting di Kota Bengkulu.

Baca Juga  Pada Bulan Ramadhan Baznas Kota Bengkulu Telah Siapkan Beberapa Program Termasuk Bagi-Bagi Sembako

Sebelumnya, Arif juga telah menyampaikan pesan terhadap PKB untuk berperan aktif dalam menekan angka stunting di Kota Bengkulu. Pasalnya, penurunan angka stunting merupakan salah satu dari tiga program prioritas nasional. Presiden Joko Widodo menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen pada tahun 2024.

“Tolong peran PKB dalam mensosialisasikan tentang stunting di tengah masyarakat. Beri mereka pemahaman terkait stunting dan pantau selalu keadaan masyarakat apabila ada yang terindikasi stunting,” ucapnya.

Kemudian, Arif juga meminta para PKB lebih peka terhadap indikasi stunting di tengah masyarakat, dengan mendeteksi dini mulai dari calon pengantin (catin) di wilayahnya masing-masing.

“Tolong juga dipantau perkembangannya mulai dari yang menikah hingga melahirkan. Setelah melahirkan dipantau juga anaknya agar tak stunting. Kita harus memaksimalkan beberapa upaya di tengah masyarakat untuk memastikan langkah penanganan stunting secara komprehensif,” jelasnya.(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru