Pemkot Bengkulu Sediakan Pangan yang Bergizi dan Murah, Guna Cegah Stunting

- Penulis

Kamis, 21 Maret 2024 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak serius pada akses masyarakat terhadap pangan bergizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Bila kurangnya asupan gizi, dapat memperbesar resiko lahirnya bayi stunting.

Artinya ada korelasinya antara pengendalian inflasi dengan pencegahan stunting. Menurut Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sehmi M.Pd, peningkatan inflasi juga dapat mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat terhadap bahan pangan.

“Nah jika pangan sumber protein dan zat gizi lainnya mahal, tentunya banyak keluarga yang berisiko tidak mampu menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anaknya. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan risiko stunting,” ujar Sehmi.

Maka, kata Sehmi Pemerintah Kota Bengkulu melalui OPD terkait mengambil langkah-langkah efektif untuk mengendalikan inflasi.

Menurut Sehmi kampanye penurunan stunting yang sudah dilakukan dengan gencar dan terus menerus harus juga diimbangi dengan kemampuan pemerintah menyediakan sumber pangan bergizi yang mudah dan murah.

“Salah satu contohnya, Pemkot Bengkulu sudah bekerjasama dengan Bank Indonesia membuka toko ‘Ado Galo’ di Pasar Minggu. Di sana masyarakat dapat membeli sembako dengan harga murah. Dan jelas semua kebutuhan pokok yang dijual disana berkualitas baik dan terjamin gizinya. Dengan adanya toko ‘Ado Galo’ juga dapat menekan inflasi,” jelas Sehmi.

Baca Juga  Miliki Inovasi Layanan Terbaik, Perkembangan RSHD Kota Bengkulu Makin Pesat

Sehmi melanjutkan, bila pemerintah tidak menggelar pasar murah seperti toko ‘Ado Galo’ masyarakat sulit mengakses sumber bahan pangan untuk kesehatan remaja, ibu hamil dan menyusui karena harga mahal.

“Kita tidak ingin kampanye penurunan stunting sia-sia dan tidak ada maknanya karena tidak ada solusi terkait penurunan inflasi. Karena ini ada korelasinya saling berkaitan. Bila inflasi turun, harga makanan pokok dan makanan bergizi murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat,” tambah Sehmi.

“Pengendalian inflasi untuk ketersediaan pangan mudah dan murah adalah salah satu upaya yang terus kita (pemerintah) lakukan agar risiko peningkatan stunting dapat ditekan,” demikian Sehmi.(Br1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru