Pemkot Lepas Siswi LPK (SO) Serbaindo Bengkulu Magang ke Jepang

- Penulis

Sabtu, 14 September 2024 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Lepas Siswi LPK (SO) Serbaindo Bengkulu Magang ke Jepang

Bengkulu, Beritarafflesia.com – LPK (SO) Serbaindo Bengkulu kembali mengirim siswa-siswinya untuk melaksanakan magang ke Negara Jepang.

Mereka yang berjumlah 3 orang siswi ini dilepas oleh Kepala Disnaker Kota Bengkulu Firman Romzi didampingi Pembina LPK Serbaindo Sahudin dan Kepala Cabang LPK Serbaindo Devis Oktora di asrama putri LPK Serbaindo, Jumat (13/9/2024), bersamaan dengan penerimaan siswi LPK baru.

3 siswi LPK Serbaindo nantinya sebelum ke Jepang akan mengikuti pemusatan latihan II di LSI Pusat selama 2 bulan.

Kepala Disnaker Kota Bengkulu Firman Romzi pada sambutannya menyampaikan terima kasih kepada LPK Serbaindo yang telah ikut berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran di Kota Bengkulu.

“Kami pemerintah daerah khususnya Disnaker mengucapkan terima kasih kepada LPK-LPK yang telah membimbing adik adik kita. Dengan begini semoga tingkat pengangguran di Kota Bengkulu terus berkurang,” ujar Firman.

Dikesempatan ini, Firman juga mengucapkan terima kasih kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena mereka merupakan salah satu penyumbang devisa negara dan berperan penting dalam perkembangan ekonomi.

Baca Juga  Petugas DLH Wujudkan Program Walikota, Merdeka Sampah bersama Masyarakat

Selain itu, dirinya berharap para PMI usai mengikuti program kerja di luar negeri dapat membuka usaha di Kota Bengkulu dan menampung tenaga kerja.

Pada intinya, ia berharap para siswa/i yang berangkat magang dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ketika pulang nanti bisa berkontribusi bagi daerah.

Tak lupa, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak menjadi PMI untuk memilih LPK resmi serta terpercaya, ataupun rekomendasi pemerintah dan sangat tak dianjurkan menjadi PMI ilegal karena dapat merugikan diri sendiri, orang lain, hingga negara.

Sementara itu, Pembina LPK Serbaindo Bengkulu Sahudin mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 11 siswa/i untuk melaksanakan magang ke Negara Jepang.

Hingga saat ini, LPK Serbaindo Bengkulu telah memiliki 22 siswa putri dan 24 siswa putra.

Dikatakan Sahudin, pembiayaan kebutuhan pergi ke Jepang menggunakan dana talangan pihak LPK untuk memodali semuanya (kecuali kebutuhan pribadi).(Br1)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
SD Negeri 24 Kota Bengkulu Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Belangsung dengan Khidmat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Kamis, 17 September 2026 - 08:03 WIB

Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 20:38 WIB

Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB

Berita Terbaru