Foto/ Polisi dan TNI serta BPBD saat evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Jalan Lintas Bengkulu–Kepahiang.
Benteng, Beritaraffkesia.com – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan tanah longsor di Jalan Lintas Bengkulu–Kepahiang kilometer 43, tepatnya di kawasan Liku Sembilan, Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (15/9/2025) sore. Peristiwa ini sempat membuat arus lalu lintas berhenti total selama beberapa jam.
Pohon berdiameter sekitar 50 sentimeter tumbang menutup badan jalan. Selain itu, material tanah longsor ikut menambah hambatan sehingga kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas. Para pengendara terpaksa menunggu proses evakuasi selesai.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo melalui Kasat Lantas Iptu Junita Anggraini menyampaikan, setelah dilakukan pembersihan oleh BPBD Bengkulu Tengah bersama Satlantas Polres, Polsek Taba Penanjung, serta pengendara yang melintas, jalur lintas akhirnya bisa kembali dilalui.
“Kondisi saat ini di kawasan Liku Sembilan sudah normal kembali. Tadi sempat diberlakukan sistem buka tutup, tetapi sekarang kendaraan dari kedua arah sudah bisa melintas,” ujar Iptu Junita.
Meski arus lalu lintas kembali normal, material tanah longsor masih menumpuk di pinggir jalan. Rencananya, pembersihan lanjutan akan dilakukan Selasa (16/9/2025) pagi dengan menggunakan alat berat. “Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, terutama ketika hujan turun disertai angin kencang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Tengah, Harmen Junaidi, menjelaskan pihaknya langsung menurunkan tim begitu menerima laporan. Proses pemangkasan pohon dan evakuasi dilakukan secara gotong royong dengan bantuan warga, aparat kepolisian, serta para pengendara menggunakan peralatan seadanya.
“Informasi yang kami terima, kendaraan roda dua lebih dulu bisa melintas. Namun untuk roda empat sempat tertahan karena jalan masih tertutup,” kata Harmen.
Untuk mempercepat penanganan, seluruh personel BPBD Bengkulu Tengah dikerahkan ke lokasi, termasuk kepala bidang. Peralatan seperti gergaji mesin (chainsaw) juga didrop agar proses pembersihan berjalan lebih efektif.
“Semoga evakuasi cepat selesai sehingga arus kendaraan bisa kembali lancar. Kami terus berupaya maksimal agar pengguna jalan tidak terlalu lama terjebak macet,” ujarnya.
Harmen juga mengingatkan pengendara agar waspada saat melintasi kawasan Liku Sembilan. Menurutnya, kawasan ini tergolong rawan longsor dan pohon tumbang, terutama pada musim hujan. “Mohon selalu berhati-hati, karena keselamatan adalah yang utama,” tutupnya.”(Rzn)












