Foto/ Amrita, Perwakilan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Hindu Provinsi Bengkulu
Bengkulu,Beritarafflesia.com, – Perwakilan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Hindu Provinsi Bengkulu Amrita menyampaikan pandangannya terkait dinamika pasca aksi demontrasi anarkis yang terjadi belakangan ini , khususnya mengenai berbagai aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), guru, maupun pelajar di nilai ada yang memprovokator.
Amrita perwakilan dari umat Hindu Bengkulu memberi dukungan dan mengapresiasi kinerja Polri, Terutama kepolisian di jajaran Polda Bengkulu dalam mengatasi situasi keamanan saat ini aksi mshasiswa belakangan ini.
Menurut perwakilan umat Hindu tersebut, menilai aksi demo bahwa indikasi adanya oknum-oknum yang menunggangi, sehingga menimbulkan keresahan dan kericuhan di tengah masyarakat. Hal itu dinilai dapat merusak tujuan utama dari penyampaian aspirasi yang seharusnya menjadi sarana komunikasi rakyat kepada pemerintah, baik di daerah maupun pusat.
“Kami meyakini ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mencoba menggiring unjuk rasa ke arah negatif, sehingga menimbulkan situasi tidak kondusif. Padahal aspirasi seharusnya disampaikan dengan damai dan penuh tanggung jawab,” jelas Amrita,pada sabtu sore, )20/9/2025)
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Kepolisian di jajaram Polda Bengkulu, yang telah berupaya menjaga situasi keamanan tetap terkendali.
“Kami sangat mengapresiasi bagaimana anggota Polri telah bekerja keras untuk menjaga situasi tetap kondusif di Provinsi Bengkulu. Kami berharap kinerja ini dapat terus ditingkatkan demi terciptanya keamanan dan kenyamanan masyarakat,”ucapnya
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh umat Hindu di Bengkulu serta masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan. Baginya, kebersamaan antarumat beragama dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial di daerah.
“Kami berharap umat Hindu, khususnya di Bengkulu, serta masyarakat pada umumnya selalu mengedepankan persaudaraan. Jangan sampai kita terpengaruh oleh provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Kerukunan adalah modal utama kita dalam membangun daerah,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga stabilitas dan kedamaian adalah tugas bersama. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan, berbagai dinamika sosial dapat dihadapi dengan cara yang konstruktif, tanpa menimbulkan perpecahan”(BR1)












