Bengkulu Tengah, Beritaraffllesia.com. – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kembang Seri menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Tengah, menyusul laporan masyarakat terkait dugaan penolakan penanganan medis terhadap pasien dengan gejala keracunan parah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, lima anggota DPRD dari berbagai komisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke puskesmas setempat, Sabtu (26/4/2026).
Sidak dipimpin oleh Arsyad Hamzah, bersama Jon Karnedi, Joni Anwar, Yulina Anani, dan Martoni.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan dewan guna memastikan fasilitas kesehatan menjalankan fungsi pelayanan secara optimal, khususnya dalam kondisi darurat yang menyangkut keselamatan masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula saat seorang siswa mengalami gejala keracunan berat seperti mual hebat, muntah, dan nyeri perut. Pihak sekolah kemudian membawa korban ke Puskesmas Kembang Seri untuk mendapatkan penanganan awal.
Namun, harapan tersebut pupus setelah pihak puskesmas diduga menolak memberikan pelayanan dengan alasan hanya menangani kasus tertentu.
Karena tidak mendapat penanganan, korban akhirnya dirujuk ke Klinik Rizky Medika Bengkulu Tengah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kejadian ini memicu kekecewaan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan mengenai peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah, Arsyad Hamzah, menegaskan bahwa sidak dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya di lapangan.
“Kami hadir karena adanya laporan yang sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin pasien dengan kondisi serius, bahkan diduga keracunan, justru tidak ditangani. Ini tidak bisa dibiarkan. Semua temuan akan kami evaluasi dan tindak lanjuti secara tegas,” ujarnya.
Ia juga menyatakan pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan guna meminta klarifikasi resmi atas kejadian tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Tengah, Jon Karnedi, menilai persoalan ini menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga harus segera ditangani secara serius.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Pelayanan kesehatan harus cepat, tepat, dan manusiawi. Kami juga meminta Dinas Kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Puskesmas Kembang Seri,” tegasnya.
DPRD Bengkulu Tengah dijadwalkan akan menggelar rapat bersama pihak terkait pada Senin, 27 April 2026, guna membahas persoalan ini dan mencari solusi konkret agar pelayanan kesehatan di daerah tersebut dapat berjalan lebih baik. (Rizon)












