Rejang Lebong, Beritaraffllesia.com. – Puluhan siswa Madrasah Yayasan Masjid Agung Baitul Makmur Curup melakukan kunjungan edukatif ke Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan seni dan budaya asli suku Rejang kepada generasi muda sejak dini.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Karidatul Aini, didampingi para guru, termasuk Asriyandi.
Dalam kegiatan itu, para siswa diperkenalkan dengan berbagai alat musik tradisional yang biasa digunakan dalam tarian adat Rejang, khususnya Tari Kejei. Beberapa alat musik yang dikenalkan antara lain gung, kelitang, dab, dan krilu.
Penjelasan mengenai alat musik disampaikan oleh Carles Munandar. Ia memaparkan fungsi dan peran masing-masing alat dalam mengiringi tarian adat yang menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat Rejang.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan pengetahuan tentang seni bela diri tradisional melalui pengenalan pencak silat khas Rejang Pat Petulai. Materi ini disampaikan oleh Muhammad Dendi.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Rejang terdapat Tari Sewar dan Tari Kris, yang merupakan bagian dari seni bela diri yang ditampilkan oleh para hulubalang atau pesilat.
Dalam praktiknya, pesilat mengenakan seragam hitam khas dengan menggunakan senjata tradisional seperti sewar dan keris.
Selama kegiatan berlangsung, para guru turut aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan guna mewakili rasa ingin tahu siswa, terutama terkait makna filosofis gerakan serta penggunaan perlengkapan dalam pencak silat budaya Rejang.
Kepala Sekolah, Karidatul Aini, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam mengenal budaya daerah secara langsung.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan siswa tentang alat musik tradisional dan pencak silat sebagai bagian dari budaya suku Rejang. Ini menjadi bekal penting agar generasi muda mencintai dan melestarikan budaya daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum sekaligus Tuan Guru Besar Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin Samad, mengingatkan pentingnya menjaga keaslian budaya di tengah perkembangan zaman.
“Zaman boleh berubah, namun kita sebagai pelaku budaya harus tetap menjaga keaslian. Penggunaan alat musik modern secara berlebihan dalam pertunjukan dapat mengikis eksistensi alat musik tradisional,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya guru dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.
“Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal budaya dari cerita tanpa pernah melihat dan mempelajarinya secara langsung. Budaya adalah jati diri kita,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku seni budaya di Kabupaten Rejang Lebong. (Wandra)












