Raker Penilaian Kinerja, Gubernur Rohidin Minta Kepala Daerah Serius Tangani Stunting

- Penulis

Selasa, 29 Juni 2021 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Rohidin Mersya Saat Raker Penilaian Kinerja Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Teritegritas Tahun 2021 Provinsi Bengkulu.

Bengkulu (Beritarafflesia.com) – Selasa (29/6) Pemerintah Provinsi Bengkulu serius dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting. Di mana ada 4 kabupaten yang menjadi fokus penanganan stunting pada tahun 2021 ini.

Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat Raker Penilaian Kinerja Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Teritegritas Tahun 2021 Provinsi Bengkulu.

“Penanganan stunting ini menjadi perhatian kita, karena ini menjadi kebijakan strategis nasional, khusus di Bengkulu ada 4 Kabupaten yang menjadi lokus, di Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur,“ papar Gubernur Rohidin.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), stunting adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama.

Stunting menyebabkan perkembangan otak serta tumbuh kembang terhambat. Anak yang menderita stunting umumnya bertubuh lebih pendek dari anak pada umumnya. Stunting sendiri akan menyebabkan beragam dampak buruk untuk anak baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu sebagai mana dilansir pada http://bengkulu.bkkbn.go.id, bahwa kondisi kesehatan anak bawah lima tahun (balita) di Bengkulu cukup memprihatinkan. Pasalnya, kasus gizi buruk atau kekurangan gizi pada anak di Bengkulu cukup tinggi.

Baca Juga  Wagub Rosjonsyah Hadiri Pengukuhan FKKD Kaur, Dan Harap Sebagai Sarana Aspirasi Masyarakat

Dari total jumlah penduduk Provinsi Bengkulu pada 2020 sebanyak 2.010.670 jiwa terdapat sebanyak 228.801 post generasi zillenial ( SP 2020 ). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat stunting di Bengkulu sebesar 27,98 persen. Dengan angka tersebut menunjukkan 1 (satu) dari 3 (tiga) anak di Bengkulu menyandang stunting yang terdapat di sejumlah daerah kabupaten/kota.

Terkait Raker Penilaian Kinerja Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting, Gubernur Rohidin meminta kepada para kepala daerah untuk serius dalam menangani permasalahan stunting ini. Di antaranya melalui program – program strategis kepala daerah.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini penurunan angka stunting itu bisa betul – betul terjadi secara signifikan, di mana kepedulian dan tanggung jawab dari kepala daerah dengan program – program strategisnya melalui dinas kesehatan dan Bappeda, kemudian dana desa juga bisa digunakan, karena ini menyangkut masa depan generasi maka penting sekali,” tegas Gubernur Rohidin.

Adapun tujuan dari diadakannya Raker Penilaian Kinerja Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Teritegritas Tahun 2021 Provinsi Bengkulu guna mengukur tingkat kinerja, akuntabilitas, evaluasi dan apresiasi terhadap kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting.(BR)

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru