Ket : Tenaga vaksinator Puskesmas di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tetap bersemangat melakukan penyuntikan vaksin kepada masyarakat.
Bengkulu Tengah,Beritaraffalesia.com– Uang insentif petugas penyuntikan vaksin atau tenaga vaksinator dirasa terlalu kecil. Yaitu, hanya dianggarkan Rp 800 ribu perbulan. Meski begitu, para petugas medis tetap semangat menjalani tugas yang dibebankan untuk melayani masyarakat dalam rangka menyukseskan program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.
“Kerjanya semakin berat. Sebab, vaksinator di masing-masing Puskesmas melayani masyarakat yang berasal dari beberapa desa,” ungkap salah seorang tenaga vaksinator Puskesmas yang tak ingin disebut namanya.
Selain itu, sambungnya, proses pembayaran insentif juga tak dilakukan setiap bulan dan menunggu usulan pencairan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Benteng. “Sampai saat ini insentif belum disalurkan,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Benteng, Ns Gusti Miniarti SKep MH, melalui Kabid P2PL, Yoki Hermansyah SKM MPh menjelaskan, Jika insentif yang baru disalurkan kepada tenaga kesehatan (Nakes) tahun pelaksanaan kegiatan tahun 2020 lalu. Untuk tahun 2021, anggaran sudah disiapkan. Namun, memang belum diajukan.
Swelain itu dikatakan Yoki, insentif Nakes diberikan kepada tenaga medis mereka yang terlibat dalam penanggulangan Covid-19 dalam. Untuk besarannya, disesuaikan dengan penanganan jumlah kasus warga yang terkonfirmasi positif.
Terkhusus insentif bagi tenaga vaksinator, telah dianggarkan 5 orang untuk masing-masing Puksemas. Rinciannya, ketua tim vaksinator mendapat insentif sebesar Rp 1,2 juta perbulan dan anggota sebesar Rp 800 ribu perbulan.
“Pembayaran insentif tenaga vaksinator dilakukan sesuai dengan SBU Pemda Benteng tahun anggaran 2021,”Tutup Yoki Hermansyah.(Rs)












