Kasus Covid-19 Menurun, RSHD Sekarang Hanya Merawat 1 Pasien

- Penulis

Senin, 4 Oktober 2021 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSHD dr Lista Cherlyviera

Bengkulu, Beritarafflesia.com– Kabar baik untuk Masyarakat Bengkulu, pasal nya saat ini Rumah Sakit Harapan Dan Doa (RSHD) dalam penanganan Covid 19 mengalami penurunan dalam tingkat keterisian tempat tidur.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur RSHD dr Lista Cherlyviera, Berdasarkan laporan, dari 62 tempat tidur yang disediakan, saat ini hanya terisi 1 tempat tidur yang dihuni oleh pasien positif Covid 19. Senin (4/10/2021).

“Kalau dulu pasien rawat inap kita sampai 62 bahkan lebih. Alhamdulillah sekarang kasus terus menurun, tentu berdampak pada jumlah keterisian tempat tidur atau ruang isolasi. Saat ini hanya tinggal satu pasein yang dirawat, itupun kasus lama (pasien minggu lalu) dan sedang masa pemulihan,” jelas Lista.

Kata Lista, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 dan level 2 juga sekarang memberi pengaruh dalam penurunan hunian rumah sakit. Sebabnya, tidak ada lagi yang berkerumun dan rata-rata masyarakat semakin memperketat protokol kesehatan (Prokes) sehingga mengurangi potensi penularan.

Baca Juga  Guna Kendalikan Inflasi Pemkot Bengkulu Jalankan Langkah Strategis

“Pengaruh dari PPKM ini pasti juga berperan tentunya, tetapi kembali lagi ke individu masyarakatnya harus sadar pentingnya kita menegakkan prokes itu. Ya, walaupun sudah ada penurunan tidak boleh abai prokes,” tuturnya.

Bukan hanya itu, kebijakan Pemerintah Daerah yang menerbutkan SK keterlibatan rumah sakit swasta untuk menampung pasien covid juga sangat pengaruh. Karena, pasien yang tadinya penuh di setiap rumah sakit pemerintah termasuk RSMY, DKT dan juga Bhayangkara, bisa terurai dengan adanya keterlibatan rumah sakit swasta tersebut.

“Karena rumah sakit swasta sudah diberdayakan, jadi sebagian pasien pun dialihkan kesana. Yang jelas, dengan penurunan kasus ini tentunya kita minta warga tidak terlena terhadap prokes dan tetap menjadi prokes dan pola hidup 5 M menjadi keharusan dan kebiasaan,” pungkasnya.

Ia berharap, kasus Covid-19 tidak lagi naik dan kalau bisa justru berakhir di Kota Bengkulu dan di Indonesia ini. Ia juga mengajak warga kota bisa terus mengikuti aturan atau SE walikota Bengkulu. (Phr)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru