Dinas PUPR Kota Bengkulu Beri Pemeliharaan Normalisasi Drainase Untuk Meminimalisir Banjir

- Penulis

Jumat, 15 Oktober 2021 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas PUPR Kota Bengkulu saat lakukan Pemeliharaan Normalisasi Drainase 

Bengkulu, (Beritarafflesia.com) – Jum’at (15/10) Segala upaya terus dilakukan dinas PUPR Kota Bengkulu untuk mengantisipasi terjadinya banjir ketika memasuki musim penghujan seperti beberapa hari ini, bahkan dibeberapa tempat sudah terjadi banjir.

Terkait hal tersebut, Dinas PUPR Kota Bengkulu melakukan pemeliharaan rutin dengan normalisasi drainase-drainase di kota, baik yang berada di sawah lebar maupun di bumi ayu dan tempat lainnya, yang mana di bumi ayu sebelumnya terjadi genangan di perumahan residen, karena belum ada drainase induk yang ada di dalam kompleks, sehingga tidak bisa di saluran ke drainase induk yang menyebabkan saluran drainase perumahan tersendat.

“Kita akan menindaklanjutinya dengan membuka saluran induk di seputaran bumi ayu dan ini telah dikoordinasi dengan pihak pemerintah setempat, baik Lurah, RW dan RT di bumi ayu dan sudah dilakukan pendampingan dilapangan. Nanti beberapa drainase akan kita potong yang berbelok-belok seperti ular itu agar memperlancar arus air,” ungkap Kadis PUPR Noprisman.

Baca Juga  Bersamaan Dengan HUT Kota Bengkulu, Pendirian Mall Pelayanan Publik Telah Dipersiapkan
Pemeliharaan Normalisasi Drainase oleh Dinas PUPR Kota Bengkulu

Sementara itu, di Kelurahan Sawah Lebar masih dalam proses pengerjaan pengangkatan sedimentasi dari drainase yang menyebabkan genangan air.

“Sekarang aliran drainase induk sudah kita buka dan alhamdulillah telah mengurangi genangan-genangan air, terkhusus di perumahan sakinah yang ada di sawah lebar ujung jalan merawan yang sebelumnya sangat rawan banjir,” paparnya.

Lanjut Noprisman, untuk di Rawa Makmur itu merupakan banjir kiriman dari hulu yakni kabupaten tetangga, karena aliran sungai Bengkulu sangat besar dan meluap ke daratan, sungai bengkulu sangat butuh normalisasi dari pihak terkait.

“Kita sudah memiliki data dan video sumber penyebabnya, solusi nya bukan pembuatan siring tapi pembuatan pintu klep sehingga ketika air Bengkulu naik kita tutup pintu klepnya agar air tidak masuk dan air masuk ke daratan kita pompa agar bisa kita keringkan,” tambahnya.

Noprisman juga meminta peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya banjir dengan terus menjaga lingkungan sekitarnya.(Phr)ADV

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru