Dedy Wahyudi : Kota Bengkulu Dilanda Banjir Karena Banjir Kiriman

- Penulis

Kamis, 28 Oktober 2021 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi

Bengkulu, Beritarafflesia.com – Seperti sudah jadi langganan, itulah yang terjadi setiap tahunnya di Kota Bengkulu apabila intensitas hujan tinggi membasahi kota hingga berhari-hari sehingga terjadinya banjir, entah itu akibat luapan sungai atau banjir kiriman dari hulu.

Permasalahan ini pun membuat Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi angkat bicara, ia ingin permasalahan ini benar-benar tuntas dengan mencari solusi terbaik.

“Tiap tahun kita dilanda banjir musiman. Setelah didalami, ternyata salah satu cara untuk mengurangi banjir ialah dengan membuat waduk di daerah-daerah rawan banjir. Secara logika, ketika air turun ke dataran rendah di kota Bengkulu, dengan adanya waduk maka air akan ditampung terlebih dahulu sebelum masuk ke pemukiman. Sehingga bisa mengurangi debit air atau resiko terjadinya banjir,” ucap Dedy kepada para awak media, Kamis (28/10/2021).

Untuk menjalankan semua rencana ini, Dedy mengatakan, ada campur tangan dari Pemerintah Pusat.

“Tetapi dalam jangka panjang, kita masih memerlukan campur tangan pemerintah pusat yakni berupa normalisasi sungai. Kedua, pemerintah terkait harus lebih tegas, karena pertambangan semakin banyak dibuka di pegunungan dan menyebabkan hutan menjadi gundul (berdasarkan foto satelit dan drone) yang memicu lubang-lubang besar sehingga menjadi penyebab banjir,” ungkapnya.

Baca Juga  Wawali Dedy: Karena Ilegal, Pemkot Akan Tindak Tegas

Dengan tegas, Dedy mengungkapkan, penanganan banjir bukanlah suatu hal yang sederhana. Karena bukan hanya persoalan drainase yang tidak sempurna, tetapi juga sering disebabkan oleh banjir kiriman.

Hal inilah yang menjadi pusat perhatian, karena sudah sejak beberapa tahun lalu Kota Bengkulu dilanda banjir dikarenakan banjir kiriman.

“Ada dugaan bahwa PLT Musi membuka irigasinya karena khawatir akan jebol, belum diketahui secara pasti karena pihak PLT belum mengakuinya. Tapi, intinya ialah menangani persoalan ini maka harus ada sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota. Karena seperti yang kita ketahui, Kota Bengkulu terletak di dataran rendah, hujan yang ada di hulu akhirnya membuat hilir menjadi banjir,” pungkas Dedy. (Phr)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru