DP3APPKB Provinsi Gelar Rapat Koordinasi Penguatan Gugus Tugas dan Percepatan Wujudkan KLA Se-Provinsi Bengkulu
Bengkulu,Beritarafflesia.com-Dinas Pemerdayaan Perempuan,Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB)Provinsi Bengkulu melaksanakan pertemuan bersama anggota Gugus Tugas, kabupaten, Kota Layak Anak (KLA) Se-provinsi Bengkulu dengan tema Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak, Pada Lembaga non Pemerintah dan dunia Usaha kewenagan provinsi, di Medalin Hotel pada senin (14/02/2022)
Pertemuan ini dalam rangka meningkatkan kualitas Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak Se-Provinsi Bengkulu yang di pimpin oleh Ketua Gugus Tugas (KLA) dan juga sebagai Sekretarias Daerah Drs. Hamka Sabri. Msi di dampingi kepada dinas DP3APPKB Provinsi Bengkulu,Hj.Foritha Ramadhani Wati,SE,M.Si bersama Kabid PPH dan PA Rasmawati,S.Sos. dan Narasumber Trisdiani Fajar SKM.
Ketua Gugus Tugas KLA Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri saat menyampaian pemaparan tentang Koordinasi Penguatan Gugus Tugas dan Percepatan Wujudkan KLA Se-Provinsi Bengkulu
Kemudian di di hadiri juga peserta Gugus Tugas KLA dari kabupaten kota yakni, Firdaus dari Dinas DP3APPKB kabupaten Lebong,Suardi dari DP3APPKB Seluma, Yandaryat P Pj Sekda Kabupaten Mukomuko,Diraswan dari DPPKBP3A,Zurdi Nata Wakil Bupati Pemda kerpahiang,M Redwan Arif M.Pd DPPKBP3A Kepahiang, Sukarni Sekda Benglkulu Selatan, Linda Rosita Plt DPPKBP3A BS, Junharto, Eti Afriani, Reni Destiana Kepala Dinsos, Yudan Harto Dinkes Provinsi Bengkulu, Yeni Apriani Bappeda Kota Bengkulu, Sekda Kepahiang Dr Hartono, Staf Ahli Pemerintahan Bengkulu Nosi Susanti, Bapelitbangpol Mukomuko Oki Yusrizal, Bappeda Bengkulu Dr Jan Hendri.
Ketua Gugus Tugas (KLA) Provinsi Bengkulu Drs. Hamka Sabri. Msi menyampaikan, Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak Se-Provinsi Bengkulu ini dilakukan agar mewujudkan Suatu Wilayah menjadi kabupaten/lota Layak dan Ramah Anak Merupakan Komitmen Bersama Majelis Umum perserikatan bangsa-bangsa untuk menciptakan dunia yang layak bagi anak sebagai wujud terpenuhinya Hak-Hak Anak yang di dokumenkan kedalam konvensi hak anak (KHA)
DP3APPKB Provinsi Gelar Rapat Koordinasi Penguatan Gugus Tugas dan Percepatan Wujudkan KLA Se-Provinsi Bengkulu
“ Mengingat Keterlibatan Indonesia yang sejak awal begitu Intens tentang pemenuhan Hak Anak melalui KHA dan meningkatkan dunia layak anak tersebut merupakan komitmen Global. Maka pemerintah provinsi Bengkulu segera memberikan tanggapan positif dengan mengimplementasikan KHA masuk ke dalam suatu sistem yaitu perwujudan Kabupaten/Kota Layak Anak, yang mana telah di Intruksikan Presiden sejak tahun 2000 di dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2000 dan diperkuat dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2021 tentang pedoman pelaksanaan perwujudan kabupaten/Kota Layak Anak.” Kata Hamka
Dalam rangka membangun Anak Indonesia, Namun situasi dan Kondisi Anak-Anak Hingga Saat Ini masih jauh dari harapan, Salah Satu penyebabnya adalah belum terlaksananya pembangunan anak secara holistik, Integrasi dan nerkelanjuta, sehingga masih banyak Anak yang belum terpenuhi Hak-Haknya.berbeda pada tahun 2019 lalu, bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak Ini sudah ada 4 mendapat penghargaan yakni, Kota Bengkulu, kabupaten Benteng, kepahiang, kabupaten seluma.
Kepala dinas DP3APPKB Provinsi Bengkulu Hj.Foritha Ramadhani Wati,SE,M.Si saat pimpin Rapat Koordinasi Penguatan Gugus Tugas dan Percepatan Wujudkan KLA Se-Provinsi Bengkulu
“Tujuan kita mengembangkan Kabupaten/Kota Layak Anak Ini, untuk membangun Inisiatif Pemerintah Kabupaten/Kota yang mengarah pada upaya transpormasi konsep Hak-Hak Anak Kedalam Kebijakan, Program, dan Kegiatan untuk menjamin terpenuhinya Hak-Hak Anak diwilayah Masing-Masing yang ada di Provinsi Bengkulu. dan kita juga telah berupaya dalam Mewujudkan Provinsi Layak Anak dengan Memberikan Dukungan, Fasilitasi, Bimbingan Ke kabupaten, agar mempercepat mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak Ini. Hal Ini Terbukti dengan telah Tercapainya 4 Kabupaten yang telah mendapatkan Penghargaan pada tahun 2019 lalu”Jelasnya
Namun demikian setelah di evaluasi oleh Kla pada Tahun 2021 Hanya 2 Kabupaten/Kota yang mendapatkan Pengahargaan Kla Yaitu Kota Bengkulu yang ketiga Kalinya masuk dalam Katagori Pratama Dan Kabupaten Seluma Untuk Kedua Kalinya Dikatagori Pratama.
“ Hal Ini merupakan kemunduran prestasi, besar kemungkinan ini terjadi karena kurangnya Kebijakan Pemerintah daerah dalam Upaya Perwujudan Kabupaten Layak Anak. Maka dari itu saya selaku ketua Gugus Tugas (KLA) provinsi Bengkulu menghimbau kepada seluruh peserta dalam pertemuan ini dengan notabena adalah para Ketua Gugus Tugas Kla Kabupaten, Kepala DP3APPKB Sebagai OPD Yang bertanggungJawab agar berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Yalak Anak Ini kedepanya” Imbuh Hamka
Ia juga menambahkan, Karena penduduk di indonesia ini sepertiga adalah anak-anak,maka ia mengajak seluruh peserta Gugus Tugas KLA agar mengkemas kabupaten layak anak ini supaya betul-betul memahami terhadap kerteria kabupaten/kota Layak anak.
Ketua Gugus Tugas KLA Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri saat menyampaian pemaparan tentang Koordinasi Penguatan Gugus Tugas dan Percepatan Wujudkan KLA Se-Provinsi Bengkulu
“Karena kita bicara tentang anak,maka kita mengundang ketua Kabupaten/Kota Layak Anak,untuk mengkemas sepertiga kota layak anak ini. makanya hari ini saya berharap kepada narasumber agar memberikan materi, dan betul-betuk di pahami oleh seluruh peserta.karena kita provinsi Bengkulu ini memiliki 24 karteria KLA di 4 kabupaten yang menjadi pertama. Sekarang kita menunggu 2 kabupaten lagi untuk menjadi kabupaten kota layak anak. dan kita akan terus berupaya, bahwa pada 2030 mendatang target kita di provinsi Bengkulu sudah menjadi kabupaten/Kota Layak Anak” Ucapnya.
Sementara itu dalam pemyampaian kepala dinas DP3APPKB Provinsi Bengkulu,Hj.Foritha Ramadhani Wati,SE,M.Si mengatakan, Saat ini kabupaten seluma betul-betul bergerak cepat sehingga sudah 2 (dua) tahun berturut-turut telah berhasil mendapat penghargaan dari Kementrian Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Termasuk kota Bengkulu juga sudah bergerak cepat.
“Pada tahun sebelumnya ada 2 kabupaten yang mendapat prestasi penghargaan sebanyak 2 kali berturut-turut dari kementrian PPPA RI, kota Bengkulu dan kabupaten seluma, Namun pada tahun ini kabupaten lebong sama kepahiang alhamdulliah terus gotong royong, bahakn sudah bagus dari tahun sebelumnya. Jadi kita berharap pak sekda atau pak wabub yang hadir bukan penghargaan semata yang kita inginkan.tapi, disamping penghargaan ini nanti ada reward dari kemetrian PPPA sekarang dalam bentuk dana DKK., tahun ini yang dapat penghargaan yaitu seluma dan kota 451 juta , dana non fisik, dan itu bagian dari beberapa reward oleh kementrian PPPA RI, berdasarkan dua tahun terakhir” Terang Hj.Foritha Ramadhani Wati,
Jadi pada awalnya memang Bapenda menjadi sentral utama semuanya harus memastikan bahwa di LPJND di kabupaten kotanya sudah ada visi misi Bapak gubernur yang mendukung terkait pemerdayaan perempuan dan perlindungan anak. maka dari itu kalau di provinsi Bengkulu tertuang LPJND di misi kelima untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tentang kelompok disabilitas, namun dalam hal ini di pastikan dulu LPJND nya mungkin ada depisi atau ada di program-program proritas lainya,
Apalagi saat ini kabupaten seluma dan kota Bengkulu sudah siap menuju madiya, kemudian Bengkulu tengah, kepahyang, lebong sama Bengkulu utara ini yang pra evaluasi pada tahun kemarin bisa mengejar ketertinggalan untuk menuju ke madiya, karena tahun kemarin tidak dapat sehingga kami kelompokan bahwa kepahiang, lebong, Bengkulu tengah,Bengkulu utara sudah hampir menuju kota pratama dari hasil skor penilaian praevaluasinya.
Maka yang perlu diperjuangkan adalah kabupaten muko-muko, kaur, Bengkulu selatan dan rejang lebong, jadi kita Berharap kepada Sekda Muko-muko,Sekda kaur, Bengkulu selatan dan Rejang lebong agar ter us perjuangkan, karena hasil evaluasi tahun kemarin yang terenda muko-muko padahal kita sering sekali mengidukasi dan memberikan bimbingan bagaimana cara mengimplementasikan kabupaten Kota Layak anak ini agar bersinergi dan berkolaborasia.
Jadi dari SK gugs tugas kabupaten kota layak anak yang sudah ada kalaupun misalnya belum ada segera cepat dibuat karena dari titik awal mulai bekerja dengan adanya gugus tugas KLA nanti bisa jelas siapa yang bertabggung jawab siapa yang bergerak cepat.,Nanti jelas dibawah koordinasi atau dibawah koordinatif wakil bupati atau bapak sekda dan kepala Bapedda” Pungkas kepala dinas DP3APPKB Provinsi Bengkulu,Hj.Foritha Ramadhani Wati,SE,M.Si
Selanjutnya di sela acara Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak pada lembaga pemerintah dan Non Pemerintah serta dunia usaha terkait kewenangan provinsi melalui rapat koordinasi penguatan gugus Tugas kabupaten / Kota Layak Anak (KLA) di lanjutkan dengan rapat zoom meting bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak republik indonesia.terkait Penyampaian Hasil Evaluasi KLA Tahun 2021 bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menyelesaikan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021 melalui rangkaian tahapan mulai dari kegiatan Bimtek Sistem Evaluasi KLA sampai dengan tahapan akhir yaitu Verifikasi Final hingga diiperoleh Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan KLA tahun 2021. Penghargaan KLA merupakan apresiasi yang diberikan kepada Pemerintah Daerah sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan kabupaten/kota layak anak melalui pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di wilayahnya masing-masing.
Usai acara langsung doa bersama
Setelah dilakukan penilaian terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan Evaluasi KLA oleh Tim Verifikasi KLA ditetapkan ada 6 provinsi Pelopor Provinsi Layak Anak (Provila) dan 275 kabupaten/kota dari 31 Provinsi yang memperoleh penghargaan KLA tahun 2021 dengan rincian sebagai berikut:
- KLA Peringkat Utama : 4 kota
2. KLA Peringkat Nindya : 38 kabupaten/kota
3. KLA Peringkat Madya : 100 kabupaten/kota
4. KLA Peringkat Pratama : 133 kabupaten/kota
Dalam rangka memperkuat peran provinsi dalam melakukan monitoring dan evaluasi di kabupaten/kota wilayahnya masing-masing, dengan ini kami sampaikan Hasil Evaluasi KLA Tahun 2021 untuk Provinsi Bengkulu sebagaimana terlampir untuk dapat dipergunakan sebaik mungkin demi terwujudnya Provinsi Layak Anak yang mendukung tercapainya Indonesia Layak Anak di tahun 2030.
Adapun bobot nilai terakhir yang didapat untuk Gugus Tugas KLA Se-provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut :
| No | Kebupaten | Skor Awal | Skor Akhir |
| 1. | Kepahyang | 737,50 | 472,09 |
| 2. | Bengkulu Tengah | 721,11 | 352,72 |
| 3. | Kota Bengkulu | 710,23 | 673,85 |
| 4. | Seluma | 703,51 | 69,13 |
| 5. | Kaur | 511.,97 | 207,28 |
| 6. | Bengkulu Utara | 463,97 | – |
| 7. | Lebong | 35,82 | – |
| 8. | Rejang Lebong | 356,82 | – |
| 9. | Bengkulu Selatan | 319,28 | – |
| 10. | Muko-Muko | 51,25 | – |
(Melati) Adv












