Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Curigai Program PROPER

- Penulis

Senin, 21 Maret 2022 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, Beritarafflesia.com – Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu mencurigai  dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) terdapat permainan antara penilai dengan yang dinilai. Ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi.

Menurutnya, dengan kecurigaan ini pihaknya berencana turun lagi ke perusahaan.

“Kecurigaan ini karena  kita cukup bingung dengan fakta yang ada, bagaimana tidak. Perusahaan PROPER merah itu kondisinya terkait pengelolaan lingkungan sama dengan perusahaan yang meraih PROPER hijau. Jadi, ini ada apa antara penilai dan yang dinilai. Ibarat pepatah, terasa ada, terkatakan tidak,” ungkap Sumardi, Senin (21/03/22).

Maka dari itu, lanjut Sumardi, pihaknya bakal melakukan pengecekan sekali lagi, kalau memang tidak ada perubahan, terutama perusahaan PROPER merah, artinya tidak mau bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan yang ada.

“Kemudian hendaknya Kementerian LHK harus tegas dengan penegakan sanksi,” ujar Sumardi.

Disisi lain, Sumardi membeberkan ada beberapa perusahaan yang tidak memiliki APAR. Bahkan ada juga sumur bornya menghasilkan air yang keruh.

Baca Juga  Bujang Bengkulu Tengah dan Gadis Kota Bengkulu Dinobatkan Sebagai Bujang Gadis Bengkulu Tahun 2023

“Ironisnya ini malah dipertahankan. Apa salahnya dipindahkan. Karena yang memanfaatkan air tersebut para pekerja yang sejatinya masyarakat di Provinsi Bengkulu ini. Hendaknya ini juga harus menjadi perhatian,” jelas Sumardi.

Lebih jauh dikatakannya, saat meninjau sejumlah pabrik seperti CPO, pihaknya juga menemukan jika pihak perusahaan pura-pura melakukan pengerukan kolam 1, 2, dan 3 penampungan limbah dengan eksavator. Pengerukan itu penting, agar pada saat terjadi hujan ekstrim, limbah tidak meluber kemana-mana, seperti ke sungai yang berdampak terhadap lingkungan.

“Saat ini kita sampaikan secara langsung pada perusahaan jika pengerukan dengan eksavator itu hasilnya tidak bakal maksimal. Karena ada alat sendiri untuk menyedot lumpur. Kita justru sangat kecewa dengan temuan itu. Makanya kita sampaikan pada pihak perusahaan jika anggota DPRD Provinsi Bengkulu itu juga ada yang sekolah,” tutup Sumardi. (Adv)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI Ke-81 2026
DPRD Kepahiang Gelar Rapat Paripurna,Jadwalkan Kegiatan September 2026
Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Segera Rampung,Tampung 270 Siswa Gratis 
Fokus Bantu Rakyat,Gubernur Dukung Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu Hampir Rampung, Gubernur Helmi Targetkan Beroperasi Agustus 2026
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan BPOM Tanam 1.000 Pohon, Wujudkan Green Campus Berbasis Ekoteologi
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Bengkulu Berlangsung Khidmat, Dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bengkulu
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:28 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI Ke-81 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

DPRD Kepahiang Gelar Rapat Paripurna,Jadwalkan Kegiatan September 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:25 WIB

Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:10 WIB

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Segera Rampung,Tampung 270 Siswa Gratis 

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:46 WIB

Fokus Bantu Rakyat,Gubernur Dukung Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 

Berita Terbaru