Bengkulu, Beritarafflesia.com – Tim Pelaksana Kegiatan Fasilitasi, Pelaksanaan dan Evaluasi Penelitian dan Pengembangan Bidang Pemerintahan Umum Kota Bengkulu menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat lomba inovasi daerah/Innovative Government Award (IGA) tahun 2022 untuk tidak merekayasa inovasi yang akan dilombakan.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Maryanetta yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Gianto saat memberikan arahan kepada kepala sekolah dasar 51 – 103 di aula kantor disdik, pada Selasa (19/4/2022).
“Inovasi ini jangan direkayasa, harus memang benar adanya, dan harus ada SK nya. Jangan sampai melampirkan inovasi yang tak ada landasan peraturannya,” ucap Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Netta.

Dengan Hadirnya inovasi di OPD ditekankan untuk tidak membebankan masyarakat, misalnya yang bersangkutan pelayanan langsung.
“Hadirnya inovasi ini jangan sampai membebani masyarakat. Seperti di Dukcapil, misalnya ada inovasi yang tidak dipungut biaya (gratis) dan ini sudah jelas peraturannya, tapi ketika di lapangan malah diminta, inikan memunculkan pembebanan baru untuk masyarakat,” jelas Netta.

Lanjut Netta, Hadirnya lomba inovasi semata-semata untuk memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam meningkat pelayanan untuk masyarakat.
“Ini untuk mereformasi sektor pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah melalui berbagai inovasi daerah baik dalam bentuk di bidang peningkatan pelayanan publik, tata kelola pemerintah dan bentuk inovasi pemerintah daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya,” tutupnya. (BR)












