Bengkulu,Beritarafflesia.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu melalui Kabid II pengelolaan sampah limbah B3 dan pengendalian pencemaran, Yanmar, S.Km. dan fasilitator kader lingkungan Eko Sumartono menggelar pelatihan sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang dilaksanakan di Rt 5 rw 3 Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, selasa (23/08/22).
DLHK Provinsi Bengkulu bersama DPRD provinsi Bengkulu berinisiasi untuk mengelola dan mengurangi timbulan sampah di Kota Bengkulu. Melalui DLHK melaksanakan program pengelolaan sampah rumah tangga dengan bekerja sama rekan-rekan LSM bagian lingkungan dan lain sebagainya untuk turut serta memilah memilih dan mengolah sampah.
Program sistem pengelolaan sampah ini ditunjukkan ke masyarakat terutama kepada ibu-ibu rumah tangga sebagai penghasil sampah pertama yang ada di rumah tangga.

Kabid II pengelolaan sampah B3, Yanmar mengatakan tujuan dari program sistem pengelolaan sampah rumah tangga ini bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dengan cara memilah memilih sampah diolah menjadi nilai guna, dengan pengelolaan sampah tersebut masyarakat juga bisa memanfaatkan hasil dari pengelolaan sampah.
“Tujuan kita melakukan pelatihan sistem pengelolaan sampah rumah tangga ini agar mengurangi sampah yang ada di tps, dan dengan mengelolah sampah rumah tangga ini nanti hasil olahanya bisa kita manfaatkan seperti dalam bentuk Komposter, Eco Enzim, dan berbagai macam jenis hasil pengelolaan sampah lainnya,” ucapnya.

Tidak hanya itu yanmar juga menjelaskan program pelatihan sistem pengelolaan sampah rumah tangga ini akan dilakukan di 30 (Tiga Puluh) kelurahan kota Bengkulu.
“Di tahun 2022 program pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga ini kita baru bisa menjangkau 30 kelurahan di Kota Bengkulu, Minggu kemarin kita sudah melaksanakan pelatihan di beberapa kelurahan, dan kami targetkan tahun 2024 di seluruh wilayah kelurahan kota Bengkulu bisa terjangkau melaksanakan program pelatihan sistem pengelolaan sampah rumah tangga,” katanya.

Dikesempatan itu juga fasilitator kader lingkungan Eko Sumartono, selaku pemateri pelatihan sistem pengelolaan sampah rumah tangga menjelaskan dengan adanya pelatihan ini memberikan contoh untuk terus berinovasi dan yang paling terpenting adalah mereka bisa memilah memilih sampah dari rumah mereka sehingga menjadi bermanfaat.
“Yang penting dari program ini salah satunya adalah kita bikin limbah yang busuk itu bisa dijadikan pupuk organik untuk dimasukkan ke dalam tong komposter kemudian Eco Enzim manfaatnya juga cukup banyak bisa untuk pembersih lantai untuk obat rematik, bisa untuk obat PMK dan EM4 yang digunakan itu sebagai probiotik sehingga membantu bagaimana ketahanan pangan rumah tangga, lahan pertanian sudah mulai beralih menuju yang organik tidak lagi mereka menggunakan pupuk kimia,” jelas Kader Lingkungan.

Kader lingkungan Eko Sumartono berharap dengan adanya program pelatihan sistem pengelolaan sampah rumah tangga ini Provinsi Bengkulu bebas dari sampah rumah tangga.

“Berharap dengan adanya pelatihan ini Provinsi Bengkulu itu bersih dan bebas dari sampah limbah rumah tangga sehingga begitu mereka buang di TPS itu tidak lagi bau dan limbah itu bisa dimanfaatkan untuk salah satunya pupuk organik, kemudian untuk berbagai bahan yang bisa dimanfaatkan,” jelas Kader Lingkungan.(EL)













