Beritarafflesia.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu mengakui bahwa Sungai Air Bengkulu tercemar, dan berada dalam tingkat status tercemar sedang.
Kualitas Air Bengkulu berada di posisi terendah se Indonesia. Dimana Indeks Kualitas Air (IKA) Provinsi Bengkulu pada tahun 2021 untuk Kabupaten dan kota sebesar 50,24, sedangkan yang tercapai 49,81 dari 114 data yang masuk.
Bukan hanya penurunan kualitas air, Provinsi Bengkulu juga sudah dua tahun tidak mencapai target Indeks Kualitas Udara (IKU), untuk target 2021 sebesar 91,59 sedangkan target yang tercapai 90,52 tahun 2020, 90,81 di tahun 2021.
Terkait hal ini, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, SP, M.Si menjelaskan, kondisi penurunan IKA ini bukan hanya dialami Provinsi Bengkulu, tapi juga dialami beberapa wilayah di Indonesia.
Menurutnya, untuk wilayah Bengkulu, data pantauan sungai itu mengambil data dari Sungai Bengkulu, Sungai Nelas, Sungai ketahun dan Sungai Musi (bagian hulu).
Dijelaskan Yulyana, dulu data sungai musi sebagai data sungai lintas provinsi, belum masuk data sungai daerah, tentu keadaan IKA masih tercapai target, namun setelah dimasukkan data daerah tiga sungai tadi, mulai fluktuatif.
“Yang membuat data ini semakin berat ketika masuk data Sungai Air Bengkulu yang memiliki status tercemar sedang,” jelasnya.
Upaya untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) merupakan tugas dari beberapa elemen. Nilai yang terberat ini ada di hilir tentu yang diperbaiki adalah keadaan di hulu.
Masyarakat khususnya diharapkan tidak membuang limbah domestik lagi ke sungai, ketaatan perusahaan dalam membuang limbah harus sesuai prosedur yang berlaku.
Penanaman pohon dari berbagai sektor hendaknya juga dilakukan perawatan bukan hanya penanaman saja, penjagaan kawasan hutan dan juga kolaborasi antar kementerian.
“Sekarang tentunya seluruh elemen sedang bekerja baik Kementerian KLHK sendiri. Maupun Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai 7 (BWS7) untuk meningkatkan IKLH di Provinsi Bengkulu,” demikian Yulyana. (Adv).












