Kondisi Korban yang di tunggui orang tuanya di Rumah sakit
Bengkulu,Beritarafflesia.com- Pihak manajemen Perusahaan PO SAN menyangkal tudingan dari pihak keluarga korban yang mengatakan bahwa tidak bertanggungjawab terhadap 3 orang korban yang sekarat usai di tabrak BUS SAN pada bulan Juni 2022 lalu di Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma.
Dari keterangan Fredi yang merupakan Stap Administrasi,sekaligus orang kepercayaan di perusahaan PO SAN Bengkulu mengatakan, pada awal kejadian pihaknya berkerjasma dengan pihak Jasa Raharja untuk menjaminkan biaya perawatan di Rumah Sakit untuk 3 orang korban.
” Dari awal kejadian kita sudah menjaminkan klaim Asuransi Kecelakan kepada pihak Jasa Raharja untuk biaya perawatan tarhadap 3 orang Korban di Rumah Sakit. Tapi memang tidak berbentuk uang, namun rincian penggunaan dana itu dihitung dari penggunaan biaya perawantan kepada masing- masing korban di Rumah Sakit. Maka tidak benar kalau mengatakan pihak kami PO.SAN tidak bertanggung jawab dalam hal ini” Jelas Fredi saat di wawancara wartawan, pada minggu (04/09/2022)

Ia juga membenarkan, bahwa mobil BUS SAN yang kecelakaan dengan Motor Korban tersebut hanya pinjam pakai melalui proses pengajuan kepada Polres Kabupaten Seluma. Namun jika kasus lakalantas tidak ada kesepakatan damai, pihaknya siap menyerahkan mobil itu ke Polres Seluma kalau kasus ini berlanjut ke pengadilan.
” Mobil itu hanya pinjam pakai, tapi kalau memang tidak ada kesepakatan damai, maka kami siap serahkan mobil BUS SAN itu ke Polres seluma. Tapi yang jelas kami tetap bertanggungjawab atas kejadian ini. Bahkan saat ini kita menunggu dari pihak Polres Seluma untuk di Fasilitasi upaya damai dengan pihak keluarga 3 orang Korban.” Ujarnya
Menanggapi pernyataan Pihak PO.SAN, paman korban Ujang Cahaya bersama Pirdaus, selaku penerima surat Kuasa dari ayah Korban untuk menyelesaikan Permasalahan ini angkat Bicara, menurutnya bantuan dari Pihak PO.SAN terkait jaminan biaya pengobatan di Rumah Sakit dari jasa Raharja itu tidak sebanding dengan biaya yang harus di keluarkan oleh 3 orang korban. Karena akibat kecelakaan itu kondisi korban sangat parah.bahkan mengalami cacat seumur hidup.
“Pihak PO.SAN jangan mempermainkan keluarga korban. Memang ada pihak Perusahaan SAN mengutus orang menemui keluarga Korban, tapi tidak masuk akal, hanya menawarkan uang seniali Rp. 5 Juta rupiah Kepada 3 orang korban yang kondisi nya sekarat, bahkan mereka mengalami cacat seumur hidup, akibat kaki patah, gendeng telinga bengkak dan di Otak korban mengalami penggempalan darah, sehingga harus di oprasi” Kata Ujang Paman Korban.

Iapun berharap agar pihak Perusahaan PO SAN mempunyai hati Nurani. Karena nasib keluarga korban yang harus menanggung Biaya terhadap anaknya yang nantinya cacat seumur hidup. dan pihaknya juga menunggu etikat baik dari pihak Perusahaan PO SAN. tapi jika tidak ada kesepakatan damai, maka ia mintak agar Pihak Kepolisian Seluma menahan Mobil BUS SAN tersebut beserta Sopirnya.
” Coba lah pihak perusahaan PO.SAN ini bertanggungjawab,apakah pantas membantu biaya berobat Rp 5 Juta, sedangkan kondisi korban sekarat dan cacat seumur hidup. Kita juga menerima kalau mereka akan berdamai di disaksikan Oleh Pihak Kepolisian Polres Seluma.sebaliknya juga jika tidak ada kesepakatan maka kami mendesak pihak Polres supaya menahan Mobil BUS SAN itu, dan Sopirnya, karena kasus ini sudah lama bergulir, yakni sejak bulan Juli 2022 lalu.” Terang Ujang
Dikutip dari berita sebelumnya kasus lakalantas BUS SAN dengan Sepeda Motor, yang menyebabkan 2 pelajar dan 1 anak- anak masih sekarat,menyisakan persoalan bagi korban.
Pasalnya, dua orang korban yang masih pelajar dan bersaudara kandung hingga saat ini masih kritis dan menjalani perawatan medis di RSUD M Yunus usai menjadi korban tabrakan Bus SAN. Sementara 1 korban lagi usai kecelakaan menjalani perawatan di RS Tiara Sella.
Ayah kandung kedua korban, Yan Yunis mengungkapkan, dua anak perempuannya, yang satu masih pelajar kelas 2 MTS di Seluma dan 1 lagi kelas 5 SD di Seluma menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan berakibat kritis sehingga harus menjalani perawatan.
“Kedua anak saya perempuan menjadi korban tabrakan Bus SAN saat hendak belanja ke warung berboncengan. Saat itu anak saya hendak menurunkan adiknya, namun belum sempat turun, datang Bus SAN dari arah berlawanan dan menabrak kedua anak saya dan seorang lagi korban,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (4/9/2022).
Lanjutnya, kedua anaknya sempat terpental sehingga mengakibatkan luka serius.
“Anak saya yang satu mengalami retak dibagian kepala, tulang iga dan gendang telinga pecah. Sementara anak saya yang satu lagi mengalami pembekuan darah diotak, kaki sebelah kanan patah,” bebernya.
Yan Yunis menyesalkan pihak SAN sampai saat ini belum ada tanggung jawab.
“Kami berharap sopir atau pihak SAN bertanggung jawab, sebab kami ini orang tak punya dan sangat membutuhkan biaya. Sebab dari awal kejadian, tidak ada satupun dari pihak SAN yang menjenguk keluarga kami, sedangkan mobil Bus SAN yang sempat diamankan Polres Seluma malah kabarnya sudah dilepaskan, padahal belum ada perdamaian dengan kami,” ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kapolres Seluma Polda Bengkulu melalui Kasat lantas Iptu Jangkung Riyanto saat di Konfirmasi Media ini, Minggu Pagi,( 4/09/2022) menjelaskan, Kasus mobil BUS SAN yang menabarak 2 Pelajar di desa Sakaian Kecematan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma tetap berlanjut.
” Ya benar mobil BUS SAN yang menabrak 2 Siswi itu awalnya kita amankan, Namun saat ini sedang di pinjam Pakai.jika pihak PO SAN tidak berdamai kepada keluarga Korban, Berkas Perkara ini kita limpahkan Ke pengadilan, sekaligus Mobil BUS SAN sebagai Barang Bukti” Tegas Jangkung.(Man)












