Bengkulu,Beritarafflesia.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu mengimbau kepada seluruh kepala sekolah dan para guru agar tidak melakukan tindakan di luar batas ketika memperingati siswa/i yang agak bandel atau membuat suatu kesalahan.
” Sebaiknya baik guru maupun kepala sekolah untuk menghadapi siswa- siswi yang bandel tersebut menggunakan sistem pendekatan atau pagil ke ruangan bersama orang tua murid. Tujuannya supaya wali murid ikut serta memberi nasihat ke anak didik tersebut” Ujar Kepala Dikbud kota Bengkuku kepada awak media Sehmi, senin (14/11/2022)
Ia juga meminta semuanya harus besikap humanis dan tak melakukan pembullyan atau kekerasan terhadap siswa/i.
“Imbauan kepada seluruh kepala sekolah, guru TK, SD, SMP di wilayah Kota Bengkulu untuk tak melakukan kekerasan, pembullyan terhadap siswa, baik itu berupa fisik maupun non-fisik. Kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, jangan sampai hal serupa terulang lagi” Imbuhnya
Sehmi menambahkan, sudah seharusnya guru mengayomi para siswa dan memperlakukan siswanya secara adil. Meski mereka memiliki berbagai latar belakang dan karakter yang berbeda. Guru harus mampu meluruskan akhlak siswa yang kurang baik. Inilah tantangan guru dalam membentuk karakter siswa.
“Bapak-ibu guru kita ini mendapat titipan atau amanah untuk menjaga, mendidik anak-anak negeri atau negara ini untuk melanjutkan ahli waris karena merekalah penerus bangsa nantinya. Maka dari itu, mari kita menjaga stabilitas fisik maupun mental anak-anak tersebut, karena kekerasan-kekerasan fisik maupun non fisik akan berakibat buruk ke depannya,” Tambahnya.
Lebih Lanjut kata Sehmi, imbauan ini dilakukan buntut dari oknum Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Kota Bengkulu yang tersandung dugaan penganiayaan terhadap salah satu siswanya. Meskipun belum ada keputusan hukum bersalah atau tidaknya, Dikbud tetap mempertegas imbauan tersebut kepada seluruh guru yang ada di Kota Bengkulu” Terang Sehmi.(Cw)












