Puncak HUT Kota Bengkulu ke-304, Pemkot dan DPRD Kota Sajikan Makanan Khas Bengkulu Secara Gratis
Bengkulu,Beritarafflesia.com– Berbagai macam rangkaian kegiatan yang di lakukan pemerintah Kota Bengkulu Bersama DPRD Kota pada saat acara puncak Hari Jadi ke-304 Kota Bengkulu tahun 2023,
Puncak HUT Kota Bengkulu ke-304, Ratusan Masyarakat Kota Bengkulu Antusias hadir di dalam tenda DPRD Kota Benglulu
Diketahui acara puncak HUT kota Bengkulu yang ke-304 ini berlangsung meriah dan disambaut antusias oleh masyaraka kota Bengkulu. Salah satunya festival jambar Kunyit serta menyediakan makanan khas kota Bengkulu secara gratis untuk di sajikan kepada para tamu undangan yang hadir di halaman kantor DPRD Kota Bengkulu, pada Kamis (16/3/2023).
Puncak HUT Kota Bengkulu ke-304, Pemkot dan DPRD Kota Sajikan Makanan Khas Bengkulu Secara Gratis
Kemeriahan ditunjukkan dengan kehadiran ratusan tamu undangan. Dengan hal ini, Walikota Bemgkulu Helmi Hasan sangat bangga dan mengucapkan terimakasih atas partisipasi seluruh perangkat pemerintah, serta masyarakat dalam memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota Bengkulu Tersebut.
Sebagai salah satu tradisi budaya warisan leluhur, Nasi Jambar Kunyit Khas Bengkulu dilombakan dan dipamerkan dalam upacara adat atau disebut Mufakat Raja Penghulu yang dihadiri seluruh pejabat pemerintahan di Kota Bengkulu.
Puncak HUT Kota Bengkulu ke-304, Pemkot dan DPRD Kota Sajikan Makanan Khas Bengkulu Secara Gratis
“Nasi Jambar Kunyit merupakan simbol adat, meskipun demikian nasi jambar tetap bisa dinikmati atau disajikan untuk masayarakat,” ujar Ketua BMA Kota Bengkulu Hermen Z.
Dijelaskan Hermen, nasi jambar kunyit diperuntukkan dalam 12 jenis kegiatan, seperti pernikahan, syukuran, duka cita, perdamaian, dan masih banyak lagi.
Nasi jambar kunyit memiliki banyak makna, awalnya terbuat dari beras ketan yang masih terberai, kemudian dimasak dan diberi santan sehingga menjadi padat dan menyatu. Simbol ini menggambarkan upaya menyatukan masyarakat Kota Bengkulu yang multikultural menjadi satu-kesatuan yang kokoh.
Kemudian, ayam di atas nasi jambar kunyit yang dibelah dadanya dan ditelentangkan, tanda bahwa kita bersyukur dan menerima apa adanya. Kepala ayam yang ditundukkan diibaratkan manusia yang dalam menjalani kehidupan ‘semakin tinggi semakin menunduk’, sehingga tak boleh tersimpan keangkuhan dalam diri manusia.
Adapun sayap ayam yang diikat ke atas seperti orang yang sedang mengangkat kedua tangan menandakan penyerahan diri dan kepasrahan kepada Tuhan. Kedua kaki ayam juga dipotong bagian ujung atau kukunya dan dilipat seperti posisi duduk bersila. Hal itu menandakan masyarakat Bengkulu merupakan masyarakat yang santun dan senang bermusyawarah.
Bukan itu saja, nasi jambar kunyit juga melambangkan kebersihan fisik dan hati. Di bawah nasi kunyit diletakkan delamak (alas) dengan benang emas, kain putih, dan daun pisang. Jika si pembuat telaten, nasi jambar kunyit tersebut tidak akan menyentuh dan mengotori delamak.
Selain itu, di atas nasi jambar kunyit juga diletakkan daun pisang muda, yang mana asal dan warnanya melambangkan kemakmuran.
Selain difestivalkan, nasi jambar kunyit dilombakan antar OPD dan berbagai organisasi. Berdasarkan penilaian juri dari 3 kriteria (penampilan, kebersihan dan cita rasa) terpilihlah nasi jambar PKK, GOW dan DWP sebagai juara 1, disusul Dinas Kominfo sebagai juara 2 dan ditutup Kecamatan Teluk Segara untuk juara 3. (BR1).