Kepahiang,Beritarafflesia.com- Ratusan kepala desa (kades) se Kabupaten Kepahiang Bengkulu, Selasa pagi mendatangi Kantor Bupati Kepahiang.
Tujuan aksi untuk menuntut pembayaran gaji para kades dan perangkat desa yang sejak empat bulan terakhir belum dibayarkan.
Kedatangan seluruh kepala desa se Kabupaten Kepahiang ini dipimpin langsung oleh Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Cabang Kepahiang.
Rombongan membawa aspirasi seluruh perangkat desa yang merasa dicurangi oleh Pemkab Kepahiang terkait beberapa, yakni administrasi hak dan kewajiban mereka sebagai perangkat desa.
Melalui Ketua Apdesi Kepahiang, Adi Kustian, para kades dan perangkat desa menuntut Pemkab Kepahiang untuk segera mengucurkan anggaran yang memang sudah menjadi hak para kades dan perangkat desa.
“Ada tiga poin yang kami tuntut hari ini. Pertama adalah gaji yang belum dibayarkan selama 4 bulan terakhir. Siltap yang kurang karena hanya dicairkan 10 bulan serta pemotongan dana desa yang tidak sesuai ajuan,” kata Adi Kustian, Selasa (11/4).
ke ruang kerja Wakil Bupati Kepahiang, para kepala desa ini mengancam agar Pemkab Kepahiang memenuhi tuntutan mereka. Jika tidak, para kepala desa akan kembali turun sampai haknya dipenuhi.
“Kami berharap tuntutan ini dipenuhi, jika tidak maka kami akan turun lagi dan tentunya dengan massa yang lebih besar,” tegas Adi Kustian.
Dalam audiensi dengan Pemkab Kepahiang, para kepala desa tegas menyampaikan aspirasi terkait kepala desa dan perangkat desa yang terkesan dianaktirikan.
“Katanya kas daerah kosong, tapi gaji ke 13 dan THR ASN dibayarkan, lalu kami ini apa,” sesal para Kades.
Tiga Tuntutan Para Kades
- Gaji yang belum dibayarkan selama 4 bulan terakhir.
- Siltap yang kurang karena hanya dicairkan 10 bulan
- Pemotongan dana desa yang tidak sesuai ajuan.(BR1)












