Bengkulu,Beritarafflesia.com- Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi Internet Cakap (Cerdas, Kreatif dan Produktif), Senin (8/5/23).
Kegiatan ini merupakan bentuk dari peran aktif Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memberikan literasi kepada para Pelajar saat berinteraksi di dunia maya.
“Kita ingin mendorong kominfo untuk memproteksi siswa-siswa, apalagi mereka generasi milenial kita anggap sebagai pemilih pemula yang masih harus diproteksi, dijaga agar bisa memahami berita atau informasi itu hoax atau bukan,” sampai Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Bengkulu,Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, usai menjadi pemateri sosialisasi.
Karena menurut Usin, saat ini generasi milenial aktif berinteraksi di media sosial, maka perlu adanya perhatian khusus, agar generasi milenial tidak menjadi pelaku pelanggaran undang-undang ITE.
Melalui sosialisasi ini, dijelaskan Usin, para siswa diajarkan bagaimana cara memproduksi berita, menyiarkan berita serta agar tidak menyebarluaskan berita-berita hoax.
“Saat ini banyak akun penyebar informasi yang bukan merupakan lembaga atau perusahaan media yang aktif menyebarkan informasi tanpa menyebutkan sumber,” ungkap Usin
Lebih lagi, kata Usin, saat ini sudah mendekati Pemilu, dikhawatirkan serangan dari pendukung calon presiden, wakil presiden, DPR dan Partai partai pengusung yang akan semakin banyak bertebaran.
Sehingga muncul kekhawatiran di pemerintah terhadap pengaruh buruk informasi-informasi tidak benar atau hoax, kepada para generasi milenial.
“Terima kasih sudah Kominfo sudah melakukan early warning system dalam informasi dan publikasi bagi generasi milenial,” tutur Usin.
Ditempat berbeda, Kepala Dinas Kominfotik, Redwhan Arif MPh menerangkan, bahwa sosialisasi ini dilakukan agar para siswa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik serta untuk mendukung pembelajaran, peningkatan pengetahuan dan kreatifitas.
“Bermedsos dengan cerdas dan bijak tidak
mudah terprovokasi dengan informasi negatif, tidak menyebarkan informasi hoax, berbahasa yang santun dalam ber sosmed,” jelasnya.
Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal negatif yang tentunya akan merugikan diri para siswa sendiri serta orang lain.
“Kita berharap generasi masa depan bangsa ini menjadi generasi cerdas berkualitas dengan tutur kata dan perilaku yang santun,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan ini menggandeng organisasi media masa seperti SMSI dan JMSI serta yang lainnya, sebagai narasumber dan pemateri dalam sosialisasi.
Hari pertama ini, selain Usin, sebelumnya ketua SMSI Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo, juga menjadi pemateri dalam sosialisasi tersebut.(BR1)












