Anggota DPRD Kota Bengkulu Beri Bantuan Pengobatan Kakek dan Nenek Penderita Katarak

- Penulis

Senin, 3 April 2023 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Kalau langsung masuk rumah sakit enak, tapi kalau belum masuk rumah sakit, harus ngontrak, butuh biaya lagi. Apalagi Kakek Apendi dan Nenek Sopiah sudah tua, bukan usia 40 tahunan. Takutnya berdampak kesehatan karena bolak balik berobat," ungkap Dedi. Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Anggota DPRD Kota Bengkulu Dedi Yanto Ajak 'Saweran' Bantu Pasutri Penderita Katarak, https://bengkulu.tribunnews.com/2022/04/03/anggota-dprd-kota-bengkulu-dedi-yanto-ajak-saweran-bantu-pasutri-penderita-katarak. Penulis: Achmad Fadian | Editor: Yunike Karolina

Bengkulu,Beritarafflesia.Com- Anggota DPRD kota Bengkulu Respon  Pasutri Penderita Katarak, Kakek Apendi dan Nenek Sopiah Butuh Bantuan untuk Berobat ke Palembang.

Kata Dedi, warga di Kota Bengkulu seperti ini banyak ditemukan. Ada yang difasilitasi dan ada yang belum.

Menurut Dedi Yanto untuk membantu pengobatan kakek dan nenek penderita katarak diperlukan dukungan dari semua pihak yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.

Bersama-sama, iuran mengumpulkan dana untuk pengobatan. Ia juga akan berkoodinasi dengan Dinas Sosial Kota Bengkulu.

“Untuk berobat ke Palembang, sebelumnya harus tau terlebih dahulu, ke Palembang itu siapa yang membawa , dan berapa butuh dana. Kita saweran (iuran) saja, anak cucu, tetangga kiri kanan termasuk saya,” ujar Dedi Yanto saat merespon konten melalui via WhatsApp, Minggu (3/4/2022).

Baca Juga  Komisi I DPRD Kota Gelar Sidak ke Puskesmas Beringin Raya Bersama RSIA Tino Galo (RSTG)

Lebih lanjut Dedi menerangkan, untuk kasus Kakek Apendi dan Nenek Sopiah yang sudah mendapat bantuan setiap bulan dari Baznas Rp 300.000, dan ada BPJS kesehatan, artinya negara sidah hadir di tengah-tengah kesulitan mereka.

Dedi menceritakan, pernah membawa warga berobat ke Palembang dan memang harus menginap, belum  tentu langsung operasi. Perlu ada tim pendahulu, untuk menghindari lama di Palembang.

“Kalau langsung masuk rumah sakit enak, tapi kalau belum masuk rumah sakit, harus ngontrak, butuh biaya lagi. Apalagi Kakek Apendi dan Nenek Sopiah sudah tua, bukan usia 40 tahunan. Takutnya berdampak kesehatan karena bolak balik berobat,” tutup Dedi.(BR1)adv

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Sudisman di Dapil IV, Warga Keluhkan Infrastruktur, Lampu Jalan Hingga Sampah
Akses Wilayah Terbuka Bertahap, Bantuan Semakin Deras ke Aceh–Sumatra
DPRD Kota Bersama Pemkot Bengkulu Setujui Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025
 Kadis PUPR Seluma Lakukan Titik Nol Pertama di Tahun 2024
35 Anggota DPRD Kota Bengkulu Periode 2024-2029 Dilantik 
Kegiatan DAK Anggar Rp15 Miliar, Kadis PUPR Seluma ; Dua Ribu Rumah Warga akan di Pasang Secara Gratis
Paripurna DPRD Kota Bengkulu  Sahkan  APBD Perubahan 2024 
Dinas PUPR Kab.Rejang Lebong  Mengucapkan Dirgahayu RI Ke-79
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:20 WIB

Reses Sudisman di Dapil IV, Warga Keluhkan Infrastruktur, Lampu Jalan Hingga Sampah

Sabtu, 13 Desember 2025 - 14:04 WIB

Akses Wilayah Terbuka Bertahap, Bantuan Semakin Deras ke Aceh–Sumatra

Selasa, 30 September 2025 - 09:41 WIB

DPRD Kota Bersama Pemkot Bengkulu Setujui Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025

Rabu, 28 Agustus 2024 - 10:12 WIB

 Kadis PUPR Seluma Lakukan Titik Nol Pertama di Tahun 2024

Rabu, 21 Agustus 2024 - 16:57 WIB

35 Anggota DPRD Kota Bengkulu Periode 2024-2029 Dilantik 

Berita Terbaru