Musim Kemarau Tahun 2023, Luas Panen Padi dan Produksi Beras Bengkulu Mengalami Penyusutan

- Penulis

Senin, 2 Oktober 2023 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Musim kemarau tahun 2023 menjadi musim kemarau paling kering dalam tiga tahun terakhir. Sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu mengalami dampak kekeringan lahan pertanian akibat cuaca dari El Nino.

Berdasarkan data di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu luas panen Provinsi Bengkulu mengalami penurunan.

Di tahun 2020 luas lahan panen mencapai 64.137 hektar dengan total produksi 292.834 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)

Selanjutnya pada tahun 2021 luas panen sebanyak 55.705 hektare, dengan hasil produksi padi sebanyak 271.117 juta ton GKG

Pada tahun 2022 produksi padi naik tipis menjadi 281.610 juta ton GKG dengan luas panen meliputi 57.152 hektare.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Bahrizal mengatakan turunnya produksi padi di Bengkulu akibat kemarau dan El Nino dilihat dari areal persawahan yang mengalami kegagalan panen akibat kemarau

“Karena perubahan cuaca ini menyebabkan kekeringan air, lahan persawahan yang semestinya padi sudah berumur dua bulan dan harusnya sudah mulai bunting, namun karena adanya el nino ini sangat berpengaruh dengan hasil tanam membuat banyak hektare sawah tidak bisa digarap dan diproduksi maksimal, bahkan rata-rata hampir 80% para petani sudah tanam,” ungkap Bahrizal.

Baca Juga  Dinkes Kota Bengkulu Menghimbau Warga Mengurangi Konsumsi Gula dan Minuman Olahan

Diketahui lahan sawah di kota Bengkulu mencapai 580 hektare. Selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun pada tahun 2023  mengalami penyusutan akibat dari dampak El nino.

Ia menuturkan dalam menanggapi fenomena tersebut, Dinas Pertanian sudah memberikan bantuan berupa pompa air dan alat pertanian untuk menggerakan akomodasi yang terdampak, sayangnya bantuan tersebut sudah tidak memungkinkan lagi karena sumber air sudah mengalami kekeringan.

“Kita sudah berusaha memberikan bantuan mesin air, namun ternyata sudah tidak memungkinan lagi, karena sumber air yang mau disedot sudah tidak ada lagi,’’ katanya.

Bahrizal mengatakan pihaknya terus berupaya agar penurunan produksi padi itu tidak terjadi terlalu signifikan. Salah satunya dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat petani. Serta memberikan bantuan benih.

“Kita akan mendampingi para petani bagaimana supaya mereka gairah dan semangat lagi dalam menghadapi dampak ini kedepannya,” ungkapnya.(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu
188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas
Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung
HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat
Syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra Bengkulu, Perkuat Konsolidasi Kader
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Hadiri Takziah Warga Kebun Tebeng
Pemkot Bengkulu Tegaskan Aksi Buang Sampah di Kantor Wali Kota dan DPRD Langgar Hukum
Tata Pasar Panorama, Pemkot Bengkulu Gratiskan Retribusi PKL Selama Tiga Bulan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:09 WIB

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu

Rabu, 8 April 2026 - 19:50 WIB

188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas

Senin, 6 April 2026 - 08:37 WIB

Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:32 WIB

HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:52 WIB

Syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra Bengkulu, Perkuat Konsolidasi Kader

Berita Terbaru

Bengkulu Tengah

Kendalikan Inflasi, Pemkab Benteng Perkuat Strategi 4K

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:11 WIB