Desa Tinggi Ari kecamatan tanjung kemuning kabupaten kaur, Cairkan BLT-DD Tahap Pertama Tahun 2021. Senin pagi (3/5/2021).
KAUR.Beritarafflesia.com – Terdata 163 Kepala Keluarga (KK) Desa Tinggi Ari Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur akhirnya tersenyum lebar. Pasalnya, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-D) bulan pertama dicairkan Pemerintah Desa (Pemdes) Tinggi Ari. Pencairan bantuan uang tunai senilai Rp 300 ribu selama 12 bulan ini dipimpin langsung Kades Tinggi Ari, Orianto, S. Pd.I. Senin pagi (3/4/2021).
Pencairan BLT-DD ini diberikan secara simbolis kepada penerima. Penyerahan bantuan disaksikan Camat Tanjung Kemuning, Roliansyah, S. Sos, anggotq Babinsa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa (PD) serta Pendamping Lokal Desa (PLD).
Dalam arahannya, Kades Tinggi Ari, Orianto, S. Pd.I menyampaikan kepada masyarakat. Keterlambatan pencairan BLT-DD ini disebabkan lambannya pelaporan pertanggungjawaban tahun 2020. Kemudian, persoalan seriusnya lagi masih ada pajak yang belum dibayarkan. Sehingga, pengajuan pencairan tidak dapat diproses oleh pemerintah.
BLT-DD diserahkan secara door to door kepada KPM yang berhak
“Pertama permohonan maaf atas keterlambatan pencairan ini. Namun, alhamdulillah hari ini sudah dimulai pencairannya untuk bulan pertama. Kemudian, bulan kedua akan diupayakan secepatnya,” ujar Orianto.
Penyerahan BLT-DD diawali dengan pengarahan serta dilanjutkan penempelan stiker dirumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing penerima bantuan wajib dipasang stiker dan tidak boleh dilepas hingga akhir tahun. Bagi yang melepas stiker maka dianggap mengundurkan diri dan tidak lagi berhak menerima BLT-DD pada bulan berikutnya.
“Jaga baik-baik stiker yang dipasang. Jangan sampai dilepas atau sengaja dilepas orang lain. Jika lepas segera pasang kembali, sehingga tetap berhak menerima BLT-DD pada bulan berikutnya. Bantuan ini diberikan selama 12 bulan, jadi perlu pengawasan penting stiker yang dipasang,” pesan Kades.
Sementara itu, Camat Tanjung Kemuning, Roliansyah, S. Sos menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) serta mengikuti larangan mudik demi keselamatan bersama. Pada saat lebaran, agar selalu menghindari keramaian dan jaga jarak. Karena, pandemi belum berlalu. Bahkan, cenderung meningkat akan kasus positif Covid-19.
“Yang terpenting adalah menjaga keselamatan bersama. Jangan hanya berharap bantuannya, namun tidak mengindahkan instruksi pemerintah dalam upaya pencegahan,” tutup camat.(yanto)












