SDN 01 Kota Bengkulu yang di segel Wali Murid saat demo
Bengkulu, Beritarafflesia.com- Polemik pengangkatan kepala Sekolah Dasar (SD) di lingkungan dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Bengkulu semangkin menjadi sorotan. Pasalnya telah menguak adanya dugaan suap menyuap saat pengangkatan kepala sekolah yang menerima jabatan baru dari kepaka dinas Pendidikan akhirnya di tolak oleh wali murid.
Sangat miris dunia pendidikan kota Bengkulu makin tercoreng paska di Pimpin oleh kepala dinas yang baru, tapi tidak memiliki latar belakang serjana Pendidikan. karena menjadi Kadis Pendidikan tersebut bukan dari kalangan ilmu politik dan sosial atau budaya saja, seperti gelar S.Sos, tapi syarat sebagai Kepala Dinas Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan bidang pendidikan meliputi pembiayaan, kurikulum, kebijakan dan standar, pendidik serta tenaga kependidikan, pengendalian mutu pendidikan. Kemudian sarana dan prasarana Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat saat menjalani pendidikan dasar. hal ini di sampaikan Sekretaris Lembaga Pusat Informasi dan Jaringan Rakyat ( Pijar) Institut Bengkulu, Andre ketika menyambangi kantor redaksi media ini, pada sabtu pagi, [(16/3/2024)
” Saat ini kita sedang memgumpulkan data terkait informasi dugaan suap saat pengangkatan kepala Sekolah di lingkungan dinas pendidikan kota Bengkulu. Makanya sekarang kepala sekolah yang diberi tugas oleh Kadis Pendidikan Kota Bengkulu ini tidak mengacu papa peraturan Permendikbudristek No.40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah dan Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 5958/B/HK.03.01/2022 Tentang Petunjuk Teknis Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. hal ini terjadi lantaran kadisnya sebelum penugasan kepsek harus setor uang sebagai pelicin” Kata Andre
Pihaknya sudah memiliki data terkait adanya sogok menyogok saat pengangkatan kepala sekolah di Kota Bengkulu.
” Saat ini data rekaman, dan Vedio tentang pembicaraan suap saat pengangkatan Kepala sekolah sudah kita kumpulkan. Bahkan kadis pendidikan kota Bengkulu ini tidak hanya menerima dugaan suap, tapi sudah melakukan penyalahgunaan wewenang saat pengangkatan kepsek yang baru tanpa melalui proses mekanisme berdasarkan perturan Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin pembelajaran dan mengelola Satuan Pendidikan” Ungkapnya
Disisi lain, berdasarkan informasi dari salah satu kepala sekolah SD di kota Bengkulu yang namanya tidak mau ditulis mengatakan, gejolak di SD negeri 1 kota Bengkulu tersebut, adalah parah wali murid demo, lantaran menolak kepala sekolah yang baru di tugaskan oleh kadis Pendidikan kota Bengkulu sepertinya tidak layak.
” Yang saya ketahui masalah di SDN 01 kota Bengkulu ini bergejolak,karena kepsek yang di angkat oleh dinas pendidikan kota Bengkulu tersebut bukan dari latar belakang serjana pendidikan. Akhirnya wali murid sekarang banyak yang pintar, jika anaknya sebagai siswa di SDN 01 kota Bengkulu tersebut di pimpin oleh kepsek orbitan dari Kadis diknas kota hanya orentase uang, maka bukan ilmu yang didapatkan. Tapi ilmu pungli yang di ciptakan oleh kepsek untuk mengembalikan modal saat sogok ingin jadi Kepsek” Ujar sumber media ini
Terpisah, Polemik di SDN 01 Kota Bengkulu tersebut, menurut ketua lembaga laskar Anti korupsi Indonesia ( LAKI) candra irawan menjelaskan, rusaknya dunia pendidikan tersebut, kerena mulai dari kadis pendidikan dah pengangkatan kepsek, bukan dari latar belakang yang mempunyai ilmu manajemen secara akademis dan juga kaya akan pendekatan-pendekatan seperti pendidikan dalam mendidik.
” Lantaran bukan tugas dan fungsinya yang dia embankan, termasuk profesional kerjanya,,akhirnya di seluruh sekolah SDN di Kota Bengkulu banyak di protes wali murid. contoh jika kepala dinas pendidikan di pimpin oleh serjana S.Sos.,maka orentasinya ilmunya ke sosial dan politik. Politik ini la kadis diknas Kota Bengkulu ciptakan agar uang sogok sebagai pelicin masuk kantong., dan kepsek lakukan pungli terhadap siswa- siswi untuk setoran rutin ke kadis diknas agar jabatan bisa bertahan” Jelas Candra Irawan
Lebih Lanjut ia menyebut” Ingat, berhasil tidaknya dinamika pembangunan di bidang pendidikan di kota Bengkulu ini tergantung pada siapa pemimpinnya. “Karena mereka harus mempunyai ilmu manajemen secara akademis dan juga kaya akan pendekatan-pendekatan seperti pendidikan dalam mendidik, karena yang kita bimbing ini manusia, bukan Kantor yang berbeda dengan PUPR dan kantor lainnya. Orang-orang yang belum mengenal abjad ini diajari sampai mereka mengetahui abjad, mereka diajari membaca bahkan menjadi pintar. maka saya tegaskan, sukses atau tidaknya dinamika pembangunan di dunia pendidikan tergantung siapa pemimpinnya. Bukan hanya sebagai aktor menciptakan politik uang sogok untuk pelicin.” Demikian tutupnya.
Sementara itu ketika di konfirnasi kepada kadis dinas Pendidikan Kota Bengkulu A. Gunawan S.Sos, selalu tidak menerima awak media. Bahkan pesan Whatsapp juga tidak perna di balas terkait isu suap di dinas Pendidikan kota Bengkulu tersebut. Sehingga berita ini di tayangkan belum ada jawaban tesmi dari kadis Pendidikan. (BR1)












