Frustasi Dengan Penyakit yang Diderita, Warga Kota Manna Nekat Gantung Diri di Pondok Kebun

- Penulis

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jasad kakek berusia 56 tahun bernama Yaslan tewas tergantung dalam pondok kebunnya saat di bawak polisi, pada minggu (24/10/2021)

BENGKULU SELATAN,Beritarafflesia.com- Kabar menghebohkan warga Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan,. Pasalnya, warga menemukan jasad kakek berusia 56 tahun bernama Yaslan tewas tergantung dalam pondok kebunnya pada minggu (24/10/2021) sekitar pukul 12.30 WIB

Jasad kakek ini ditemukan sudah tak bernyawa,akibat peristiwa tergantung menggunakan kain yang diikat dibagian leher dan disangkutkan pada bagian atap pondok kebun. Diduga kuat, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis tersebut  karena bosan dengan penyakit asma menahun yang dideritanya.

Lokasi TKP pondok tempat korban gantung diri

Dari lokasi kejadian, ditemukan obat asa yang kerap korban konsumsi setiap hari. Dari keterangan kerabat korban, diketahui almarhum memiliki riwayat gangguan kesehatan karena mendeita asma akut menahun yang tak kunjung sembuh.

Kepolisisan saat evakuasi jasad korban bunuh diri

Atas kejadian tersebut, keluarga korban menerima dengan ikhlas dan peristiwa tragis tersebut Kerabat korban juga menolak untuk di lakuan autopsi yang akan dilakukan oleh aparat kepolisian guna memastikan penyebab kematian korban tersebut. Adik korban mewakili keluarga besarnya, membuat surat pernyataan diatas materai cukup menolak autopsi kepolisian. Sehingga kasus ini, tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga  Rutan Bengkulu Siap Bantu BNN Berantas Peredaran Narkoba

Dari data yang diperoleh, penemuan jasad korban ini saat dua orang saksi mendatangi pondok korban. Karena kedua saksi heran sejak pagi hari korban tidak terlihat keluar seperti biasanya. Padahal, setiap hari korban selalu keluar pondok dan memanggil korban.

Surat pernyataan yang di tanda tangani keluarga korban agar tidak di otopsi

Saat dicek dalam pondok, korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung menggunakan kain. Atas kejadian tersebut, saksi langsung melaporkan peristiwa ini ke kepolisian dan warga lainnya. Jasad korban dikebumikan hari ini juga, di TPU setempat. Kejadian ini membuat warga heboh dan tidak menyangka sama sekali.(Ynt)

 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Riau Bongkar 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Diamankan
Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan
Bhabinkamtibmas Polsek Manna Perkuat Sinergi Kamtibmas dengan Warga Desa Tanjung Raman
Polsek Pino Raya Monitoring Turnamen Mini Soccer TSF Cup II 2026, Pastikan Keamanan dan Sportivitas
Bhabinkamtibmas Polsek Kedurang Ilir Sambangi Warga Keban Agung 2, Sampaikan Himbauan Kamtibmas
Posbindu Desa Padang Burnai Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia, Balita dan Bumil
Polsek Manna Mediasi Kasus Pencurian Antar Keluarga, Selesaikan Secara Kekeluargaan
Polsek Seginim Mediasi Sengketa Lahan Warga, Selesai Lewat Jalan Adat di Pino Baru
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Riau Bongkar 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Diamankan

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:13 WIB

Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:43 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Manna Perkuat Sinergi Kamtibmas dengan Warga Desa Tanjung Raman

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:37 WIB

Polsek Pino Raya Monitoring Turnamen Mini Soccer TSF Cup II 2026, Pastikan Keamanan dan Sportivitas

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:19 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Kedurang Ilir Sambangi Warga Keban Agung 2, Sampaikan Himbauan Kamtibmas

Berita Terbaru