Beritarafflesia.com – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Bengkulu 2022, bertempat di Santika Hotel, Kamis (16/06/22).
Gubernur Rohidin menyebut bahwa permasalahan sengketa tanah di masyarakat harus dapat menjadi perhatian serius dari Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).
“Kita ingin memastikan penguatan dan efektivitas keberadaan dari Gugus Tugas Reforma Agraria. Tadi kita juga menandatangani nota kesepahaman baik dari unsur Forkopimda tentunya kita Pemprov dan harapan BPN sebagai pelaksana harian dari GTRA,” ungkap Gubernur Rohidin.

Gubernur Rohidin berharap fungsi dan posisi GTRA secara berjenjang dapat difungsikan dengan baik juga melibatkan lintas sektor, sehingga persoalan-persoalan agraria dapat ditemukan solusinya.
Menurut Gubernur Rohidin, pemetaan persoalan agraria merupakan salah satu hal yang penting, karena saat ini masyarakat masih dihadapkan dengan persoalan – persoalan terkait dengan sengketa dan konflik lahan terutama tanah.
“Melalui Rakor ini kita ingin mendapatkan pemetaan persoalan – persoalan agraria, tadi disampaikan capaian – capaian terkait legalisasi lahan kemudian retribusi lahan, ini menjadi hal yang sangat penting dan itu persoalan yang sangat kompleks dihadapi oleh masyarakat,” jelas Gubernur Rohidin.

Sejalan dengan Gubernur Bengkulu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bengkulu Sukiptiyah mengatakan dengan adanya forum GTRA ini, permasalahan lahan dapat diselesaikan karena juga melibatkan OPD terkait serta berjenjang.
“Seperti yang disampaikan pak gubernur memang ini harus berjenjang, dari pusat, provinsi, bahkan OPD – OPD juga harus juga bisa mendukung dalam rangka menyelesaikan sengketa – sengketa agraria,” demikian Sukiptiyah.












