Gubernur Rohidin: Pegelaran Wayang Sebagai Edukasi dan Menjadi Wadah Silaturahmi.
Bengkulu,Beritarafflesia.com- Gubernur Rohidin Mersyah hadir membuka acara pagelaran wayang, sebagai Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) di Provinsi Bengkulu. Acara wayang kulit ini di gelar Semalam Suntuk di Pelataran Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB),pada Sabtu (11/6/2022)
Menurutnya, kegiatan ini (pementasan wayang) Pemprov bersama PMJB sudah sekian kalinya terlaksana, di UMB sendiri juga sudah kedua kalinya. Bahkan pernah juga dilaksanakan di kabupaten Benteng, Bengkulu Utara, dan Seluma.
Gubernur Rohidin Mersyah hadir membuka acara pagelaran wayang kulit di Pelataran Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB),pada Sabtu (11/6/2022) kemarin
“Tentu kegiatan seperti ini sebagai sarana hiburan sekaligus mendapatkan edukasi luar biasa dan menjadi wadah silaturahmi. Selamat menikmati lakon yang disajikan, semoga makin malam makin rame lagi,” seru Gubernur Rohidin yang hadir menggunakan Beskap Jawa berwarna Hitam lengkap dengan Blankon.
Sementara, Ketua PMJB Yanto mengungkapkan pagelaran wayang kulit ini sudah rutin dilaksanakan oleh PMJB. Hal ini guna melestarikan kesenian wayang kulit di kalangan masyarakat Bengkulu khususnya Suku Jawa.
Gubernur Rohidin Mersyah hadir membuka acara pagelaran wayang kulit di Pelataran Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB),pada Sabtu (11/6/2022) kemarin
“Alhamdulillah, acara ini dapat terlaksana dan dihadiri oleh orang-orang luar biasa walaupun dalam suasana guyuran hujan. Selain Gubernur, Walikota, dan tamu undangan lainnya, adapun tamu istimewa yaitu bapak Wahyu Purwanto (Adik Ipar Presiden Jokowi) yang hadir, dan membawa oleh-oleh Paket Wayang untuk PMJB,” terang Yanto
Sebelum pagelaran wayang dimulai, Gubernur Rohidin Mersyah menyerahkan Wayang kepada Dalang Ki Bayu Aji yang akan membawakan Lakon Wiratha Parwa yang mengisahkan ketika Pandawa, menghadapi masa penyamaran satu tahun. Setelah sebelumnya harus mengasingkan diri ke tengah hutan selama 12 tahun. Ini akibat Puntadewa yang sangat suka bermain dadu kalah dengan Duryudana dalam adu dadu. Saat itu menjelang sepuluh hari berakhirnya masa penyamaran. Pandawa menyamarkan diri di Negari Wiratha.(BR1)












