Bengkulu,Beritarafflesia.com- Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Melakukan Klarifikasi terkait terjadinya Ambles Bangunan wisata Kota Tuo di Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut yang diresmikan tahun 2021 lalu
Menurut Dedi amblasnya sheet pile kota tuo ini lantaran air sungai dikawasan tersebut meluap dan juga diduga akibat air sungai Bengkulu yang sering naik, sehingga mengakibatkan struktur fisik bangunan melemah.
” Sheet pile Kota Tua yang di resmikan pada tahun 2021 lalu tersebut terjadi amblas merupakan hal yang wajar. Karena sebelumnya kondisi bangunan pemerintah pusat yang di bangun menggunakan APBD Pemkot ini dalam kondisi baik dan bagus. Tapi karena debit Air yang sering naik ke atas bangunan akibat banjir, makanya wajar fisik banguan itu ambles. Apalagi di sana kondisi aliran Arus sungainya deras” Jelas Dedy Wahyudi, jum,at sore (24/2/2023) kemarin
Hal ini juga di pertegas oleh Kadis PUPR Noprisman menyebut, bahwa Sheet pile milik Pemkot tak ada yang rusak, melaikan milik Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bengkulu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya yang mengalami kerusakan.
” Bangunan yang ambles itu sebebarnya bukan Sheet pile milik Pemkot, justru yang kita bangun itu tidak ada yang rusak, meski sering di terjang banjir. Bahkan setelah kita melakukan peninjauan ke lokasi ambles bersama BPPW Satker dan PPK, Lurah, KPP pasca patah dan bergesernya bangunan di Kota Tuo. Sementara laporan dari KPP, amblasnya tepi sungai itu sudah sejak beberapa bulan yang lalu di terjang banjir” Ungkap Noprisman
Ia juga melanjutkan” Atas kejadian ambles ini Pemkot juga tak bisa mengintervensi terlalu jauh karena hal tersebut merupakan kewenangan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bengkulu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya.” Tutupnya
Terkait amblasnya bangunan ini, Eks Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Bengkulu dan juga selaku Staf Ahli I Made Ardana mengungkapkan, bahwa semalam ada pergerakan sitbel bangunan sehingga ambruk. Selanjutnya bersama pihak terkait lainnya berkoordinasi untuk mencari solusi baik jangka pendek maupun panjang.
“Jangka pendek itu, kita akan melokalisir struktur yang kira-kira sudah rusak. Cara melokalisirnya nanti apakah dipasang seng atau banner, palingntidak sementara pengunjung tidak melewati lokasi,” kata Made.
Lebih lanjut made menjelaskan”, Dalam waktu dekat akan dilaksanakan pertemuan antara Pemerintah Kota dengan pihak Balai mengenai amblasnya bangunan kawasan kota tuo tersebut” Pungkas Ade (BR1)












