Bengkulu Tengah, Beritaraffllesia.com – Putusnya Jembatan Penanding selama beberapa tahun terakhir menjadi tantangan besar bagi masyarakat Desa Penanding dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Jembatan yang sebelumnya menjadi akses utama aktivitas warga dan jalur distribusi hasil pertanian itu hingga kini belum dapat difungsikan kembali secara permanen.
Sebagai solusi sementara, masyarakat membangun jembatan darurat secara swadaya melalui gotong royong.
Akses penyeberangan tersebut kini menjadi jalur utama yang digunakan warga setiap hari untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat desa.
Meski dalam keterbatasan, warga tetap berupaya menjaga dan merawat jembatan darurat agar tetap aman dilalui. Kondisi tersebut menjadi bukti semangat kebersamaan masyarakat dalam mempertahankan roda perekonomian desa.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus melakukan berbagai upaya agar pembangunan jembatan permanen segera mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
Bupati Bengkulu Tengah bersama jajaran pemerintah daerah dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) disebut telah beberapa kali menyampaikan usulan penanganan Jembatan Penanding kepada kementerian terkait hingga Komisi V DPR RI.
Kepala Dinas PUPR Bengkulu Tengah mengatakan pemerintah daerah memahami besarnya harapan masyarakat terhadap keberadaan jembatan tersebut karena memiliki peran penting bagi aktivitas warga.
“Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Karena menyangkut kebutuhan masyarakat luas dan membutuhkan anggaran besar, usulan penanganannya terus kami perjuangkan secara bertahap melalui pemerintah pusat agar dapat menjadi prioritas pembangunan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera terealisasi sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas perekonomian warga dapat berjalan lebih lancar. (Br) Rizon












