Beritarafflesia.com – Kapolres Bengkulu Polda Bengkulu AKBP Andi Dady, mengajak pengurus dan media online yang bergabung di Serikat Media Cyber Indonesia) SMSI Bengkulu untuk bersinergi dalam melakukan edukasi informasi kepada masyarakat.
Dikatakan Kapolres, bahwa di era digital saat ini informasi yang diterima masyarakat berasal dari berbagai sumber tanpa filter. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi organisasi SMSI dan media online untuk melakukan edukasi informasi agar masyarakat mengetahui mana sumber informasi yang dapat dipercaya dan mana sumber informasi yang berdampak buruk bagi masyarakat, seperti konten-konten yang mengandung hoax ujaran kebencian dan lain sebagainya.
“Peran media online sangat penting untuk membantu polri dalam mengedukasi masyarakat, saat ini perkembangan teknologi yang pesat membuat masyarakat menerima berbagai informasi yang tidak seluruhnya baik dan positif,” kata Kapolres saat menerima audiensi pengurus SMSI, di ruang kerjanya, Selasa (28/06/22).
“Namun justru sebaliknya, ini menjadi tugas bersama untuk mengedukasi masyarakat agar dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah,” tambahnya.
Kapolres juga mengajak SMSI untuk bersinergi dalam memerangi hoax, dan konten-konten provokatif menjelang pemilu 2024.
“Saya mengajak SMSI untuk bersama-sama memerangi hoax dan mengklarifikasi konten-konten provokatif yang beredar luas di media sosial,” ajak Kapolres.
Diakuinya, media online saat ini menjadi bagian penting dari kebutuhan informasi masyarakat karena beritanya tersaji update selama 24 jam. Oleh karena itu, Kapolres meminta media online untuk menyajikan informasi yang kredibel aktual dan akurat.
“Kita ketahui bersama media online saat ini merupakan sumber informasi yang update bagi masyarakat, dengan adanya MoU polres Bengkulu dengan SMSI dapat bersama-sama mewujudkan politik presisi terutama dalam transparansi informasi dan penyebarluasan informasi di lingkup polres Bengkulu, serta kontrol sosial,”jelas Kapolres.
Selanjutnya Kapolres mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan media dan mengajak untuk membangun kota Bengkulu dengan informasi yang akurat, kredibel, dan faktual.
“Mari mewujudkan media di Bengkulu menjadi media yang sehat, polres Bengkulu siap menjadi narasumber yang dipercaya bagi edukasi dan pemberian informasi kepada masyarakat,” tegas Kapolres.

Sementara itu ketua SMSI Bengkulu, Wibowo Susilo mengatakan bahwa polri merupakan mitra informasi yang strategis bagi media online.
“Setiap hari Polri di semua jajaran selalu mewarnai pemberitaan bagi media online, media online sangat membutuhkan informasi dari Polri, baik dalam setiap peristiwa dan penegakan hukum, maupun pelayanan yang telah dilakukan polri kepada masyarakat,” jelas Wibowo.
“Kita harapkan semangat transparansi mewujudkan Polres presisi di Bengkulu semakin meningkat dan terjadi sinergi bersama dalam membangun informasi yang kredibel, akurat, dan faktual,” tambahnya.
Bowo menambahkan SMSI di Bengkulu saat ini menjadi wadah berhimpun 105 media online yang berbadan hukum pers sesuai dengan UU nomor 40 tentang pers. Sedangkan secara Nasional, SMSI memiliki 2000 lebih media online yang tergabung dan tersebar di 34 provinsi yang ada di Indonesia.
“Jumlah media online yang tergabung di SMSI ini sudah mendapat pengakuan dari Rekor Muri sebagai organisasi perusahaan pers dengan jumlah anggota terbanyak di dunia,” demikian Wibowo.












