Kemenag Provinsi Bengkulu Gelar Kegiatan Anjangsana

Bengkulu Utara, Beritarafflesia. Com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu bersama  Kelompok Kerja Guru (KKG) dan MGMP Pendidikan Agama lintas agama telah melaksanakan kegiatan Ajangsana ke Desa Rama Agung, Kabupaten Bengkulu Utara,

Desa Rama Agung tersebut dikenal sebagai Juara 1 Nasional Kampung Moderasi, menjadi tujuan kali ini untuk memperlihatkan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis dalam keberagaman.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu di wakili Ketua Tim Ortala dan KUB, Dr. M. Sukrianto, M.Pd.

Baca Juga  Sekda Provinsi Bengkulu Terima Audiensi PTA Bengkulu, Bahas Persiapan HUT ke-30

Kegiatan ini juga melibatkan siswa-siswi lintas agama sebagai Calon Duta Moderasi Beragama, diajak untuk menyaksikan secara langsung potret kehidupan masyarakat di Desa Rama Agung tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. Sukrianto menyampaikan pesan dari Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu bahwa Desa Rama Agung ini merupakan contoh nyata bagaimana moderasi beragama itu dapat diimplementasikan secara harmonis.

Baca Juga  Wagub Bengkulu Tinjau Progres Perbaikan Tiga Ruangan RSUD M. Yunus untuk Optimalkan Pelayanan Kesehatan

“Desa ini menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita ingin siswa-siswi lintas agama belajar dari praktik nyata moderasi beragama yang diterapkan di Desa Rama Agung tersebut ,” ujar Sukrianto. Pada Rabu, (15/10/2024).

Sukrianto juga menambahkan bahwa Ajangsana ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama di kalangan generasi muda.

Dengan mengajak calon duta moderasi beragama terlibat langsung, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan  umat di lingkungannya .

Baca Juga  Sekda Provinsi Bengkulu Terima Audiensi PTA Bengkulu, Bahas Persiapan HUT ke-30

“Kampung Moderasi, telah membuktikan bahwa kehidupan yang damai dan rukun dalam perbedaan agama tercapai ,melalui komitmen masyarakat untuk saling menghargai. Kegiatan ini ajang pembelajaran yang penting bagi para peserta, melihat ,praktik moderasi beragama yang dijalankan di tingkat Masyarakat,” tegas Sukri dalam kegiatan tersebut.

(Aidilia)

Share