Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani: Tingginya Kasus DBD di Bengkulu Disebabkan Faktor Cuaca

- Penulis

Senin, 22 April 2024 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani.

Bengkulu, Beritarafflesia.com- Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menerangkan penyebab tingginya kasus demam berdarah (DBD) di wilayah  setempat disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini.

“Dari 1 April 2024 sampai sekarang sudah terdata terjadi tujuh kasus atau tujuh orang yang terinfeksi DBD,” Plt Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bengkulu Sri Martiana di Bengkulu, Minggu (21/4/2024).

Dikatakan, cuaca menjadi pengaruh yang besar terjangkitnya DBD sebab cuaca hujan kemudian berhenti membuat genangan air dimana mana.

“Nyamuk DBD sangat suka dengan genangan air yang ada di lingkungan perumahan sebab itu bisa membantu penyebaran jentik nyamuk DBD,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan pemahaman melalui sosialisasi kepada masyarakat di setiap puskesmas yang ada di Kota Bengkulu terkait penanganan kasus DBD.

Dinkes melakukan fogging atau pengasapan sesuai permintaan masyarakat, meskipun pengasapan hanya membantu untuk membunuh nyamuk dewasa.

Baca Juga  Dinkes Bengkulu Mengimbau Warga Untuk Selalu Konsumsi Air Matang

“Untuk mengantisipasi DBD sebenarnya kita harus bersama-sama menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masing-masing. Dengan melakukan pemberantasan sarang-sarang nyamuk dan pengasapan bukan solusi konkrit tetapi ada yang lebih konkrit lagi selain itu,” ucap Sri.

Selain itu, pihak puskesmas membentuk kader jentik yang akan datang ke rumah warga untuk melihat jentik jentik nyamuk di bak mandi atau penampungan air lainnya di wilayah kerja masing masing.

Sri juga mengimbau agar masyarakat 5M yaitu mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi atau penampungan air minimal dua kali dalam satu minggu.

Kemudian, menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan dan mengganti air di vas bunga serta masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi gizi seimbang dan agar tidak terjadi demam berdarah.(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Bengkulu Mengimbau Warga Untuk Selalu Konsumsi Air Matang
Kasus Positif HIV Kota Bengkulu Meningkat,Dinkes Imbau Segera Berobat dan Mengisolasi Mandiri
Maksimalkan Target Sasaran, Dinkes Kota Bengkulu  Gencarkan Jemput Bola Sweeping Imunisasi Polio
Tingkatkan Vaksinasi Polio, Dinkes Kota Bengkulu lakukan “Jemput Bola” 
Pastikan Jajanan Aman, Dinkes Bersama BPOM Lakukan Inspeksi Mendadak di Distributor Makanan
Dinkes targetkan 56 ribu anak di Kota Bengkulu terima vaksin polio
Dinkes Kota Bengkulu Ungkap Kasus DBD Alami Penurunan 
Dinkes Kota Bengkulu Catat Kasus DBD Bulan April Turun, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 Oktober 2024 - 14:22 WIB

Dinkes Bengkulu Mengimbau Warga Untuk Selalu Konsumsi Air Matang

Jumat, 13 September 2024 - 11:49 WIB

Kasus Positif HIV Kota Bengkulu Meningkat,Dinkes Imbau Segera Berobat dan Mengisolasi Mandiri

Selasa, 6 Agustus 2024 - 15:10 WIB

Maksimalkan Target Sasaran, Dinkes Kota Bengkulu  Gencarkan Jemput Bola Sweeping Imunisasi Polio

Jumat, 2 Agustus 2024 - 10:20 WIB

Tingkatkan Vaksinasi Polio, Dinkes Kota Bengkulu lakukan “Jemput Bola” 

Kamis, 1 Agustus 2024 - 10:22 WIB

Pastikan Jajanan Aman, Dinkes Bersama BPOM Lakukan Inspeksi Mendadak di Distributor Makanan

Berita Terbaru