Komisi II DPRD Ungkap Tabir Permasalahan Pupuk Subsidi BPP Disentil Petani, di Bengkulu Selatan

- Penulis

Rabu, 1 Februari 2023 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi II DPRD Ungkap Tabir Permasalahan Pupuk Subsidi BPP Disentil Petani, di Bengkulu Selatan

Komisi II DPRD Ungkap Tabir Permasalahan Pupuk Subsidi BPP Disentil Petani, di Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan,Beritarafflesia.com-Banyaknya keluhan petani terkait kelangkaan pupuk subsidi menjadi atensi Komisi II DPRD Bengkulu Selatan.

Selasa (31/1/2023) Komisi II turun ke lapangan untuk menelusuri permasalahan yang sebenarnya. Hasilnya, Komisi II berhasil mengungkap tabir permasalahan pupuk subsidi.

Anggaran negara yang berjumlah miliaran rupiah untuk subsidi pupuk terkesan mubazir. Sebab petani tidak  menggunakan pupuk subsidi untuk kebutuhan menggarap lahan yang disebabkan banyak permasalahan dalam proses distribusi atau penyaluran pupuk subsidi.

Pengurus kelompok tani dan pemilik gudang pupuk yang ditemui Komisi II mengungkapkan beberapa persoalan. Diantaranya kuota pupuk yang sedikit tidak mampu memenuhi kebutuhan petani.

Penyalurannya pun sering terlambat dan tidak serentak.

“Tahun 2022 kemarin kuota pupuk subsidi yang  kami terima sangat sedikit, jauh dari cukup. Penyalurannya juga terlambat, padi sudah tanam bahkan sudah mau panen, pupuk baru turun.

Kondisi itu sangat merugikan kami petani, karena tidak bisa memanfaatkan pupuk subsidi,” ungkap pengurus kelompok tani di Desa Lawang Agung Kedurang saat bertemu Komisi II.

Karena kuota pupuk subsidi sedikit dan turunnya lambat, petani terpaksa mencari cara lain untuk memenuhi nutrisi tanaman. Salah satunya membeli pupuk dengan makelar atau penjual dari luar daerah.

Pupuk yang dijual ke petani itu diduga juga merupakan pupuk subsidi yang berasal dari Pagaralam.

Namun harganya lebih mahal dari pupuk subsidi, bahkan hampir sama dengan pupuk non subsidi.

“Kami beli pupuk dengan orang lain, katanya itu pupuk subsidi dari Pagaralam. Tapi harganya lebih mahal, hampir sama dengan harga pupuk non subsidi.

Tapi mau bagaimana lagi, kami terpaksa beli karena tanaman butuh pupuk untuk hasil yang memuaskan,” ungkap pengurus kelompok tani.

Terkait minimnya kuota pupuk subsidi, pengurus kelompok tani mengaku kalau suplai pupuk yang dikirim distibutor tidak sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diusulkan.

Bahkan pengurus kelompok tani menyampaikan kalau RDKK yang dibuat sengaja diubah oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Baca Juga  Gelorakan Vaksinasi, Kapolres BS Akan Berikan Reward Kepada Kades

“Misalnya tahun 2022 lalu, RDKK yang kami buat lebih dari 60 ton, tapi dari pihak BPP menyampaikan ke kami kalau kuota pupuk untuk 12 kelompok di kami ini hanya 60 ton.

Makanya terjadi kekurangan. Selain kuotanya sedikit, pupuk turun juga tidak serentak, dalam setahun ini bisa sampai enam kali turunnya, sekali turun jumlahnya tidak banyak, makanya semakin sulit memenuhi kebutuhan petani,” ungkap para pengurus kelompok tani.

Selain kuota pupuk subsidi yang sedikit dan turunya sering terlambat, petani juga mengeluhkan prosedur pengambilan pupuk subsidi. Petani yang boleh membeli pupuk subsidi wajib ada kartu tani, tapi di desa masih banyak petani belum memiliki kartu tani, yang sudah ada pun ada yang belum aktif.

Sementara dari keterangan salah satu pemilik gudang pupuk subsidi di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis, persoalan yang sering terjadi dalam distribusi pupuk subsidi adalah ketidaktepatan waktu.

Sebab pupuk subsidi turun disaat petani sudah selesai melakukan proses garap sawah atau kebun jagung, sehingga tidak membutuhkan lagi pupuk.

“Kalau persoalan pupuk subsidi ini yang paling utama terkait waktu distribusi. Seharusnya pupuk disalurkan disaat petani sedang membutuhkan, disesuaikan dengan musim menggarap sawah atau kebun jagung. Distributor harus memperhatikan hal itu,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD BS, Holman, SE terkejut mendengar penjelasan pengurus kelompok tani dan pemiik gudang pupuk. Keluhan petani selama ini terkait kelangkaan pupuk subsidi ternyata memang benar dan masalah di lapangan cukup rumit.

Atas temuan tersebut, Komisi II segera melakukan tindaklanjut dengan memanggil pihak-pihak terkait, diantaranya BPP, PPL, distributor pupuk subsidi, Bank Mandiri dan Dinas Pertanian.

“Senin depan (6/2) kami akan undang pihak terkait persoalan pupuk subsidi ini.

Supaya segera ada kejelasan, soalnya kasihan para petani yang tidak bisa mendapat pupuk subsidi yang seharusnya itu menjadi hak mereka,” tegas Holman.(BR1)adv

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Keimanan dan Mental, Personel Polres Bengkulu Selatan Rutin Gelar Binrohtal di Masjid Sulaiman Al-Farizi
Pemdes Suka Bandung Laksanakan Pembentukan Kopdes Merah Putih melalui Musdesus
Pemkab Bengkulu Selatan Gelar Forum Satu Data Indonesia 2025, Perkuat Tata Kelola Data Daerah
Kades Keban Agung I Bantah Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan di Kantor Inspektorat
Diskominfo Bengkulu Selatan Gelar Sertijab Kepala Dinas, Tongkat Kepemimpinan Resmi Berganti
Jaga Kebersamaan, Dusun 8 Desa Air Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Ikuti Lomba Satkamling Tingkat Kabupaten BS
Seleksi Perangkat Desa Air Sulau Bengkulu Selatan Digelar Terbuka dan Transparan
MK Batalkan Hasil Pilkada Kabupaten Bengkulu Selatan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:47 WIB

Perkuat Keimanan dan Mental, Personel Polres Bengkulu Selatan Rutin Gelar Binrohtal di Masjid Sulaiman Al-Farizi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:07 WIB

Pemdes Suka Bandung Laksanakan Pembentukan Kopdes Merah Putih melalui Musdesus

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:02 WIB

Pemkab Bengkulu Selatan Gelar Forum Satu Data Indonesia 2025, Perkuat Tata Kelola Data Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:15 WIB

Kades Keban Agung I Bantah Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan di Kantor Inspektorat

Kamis, 13 November 2025 - 20:10 WIB

Diskominfo Bengkulu Selatan Gelar Sertijab Kepala Dinas, Tongkat Kepemimpinan Resmi Berganti

Berita Terbaru