Monitoring Pembangunan Waterboom Desa Maju Makmur Sudah Capai 60% Penyelesaian

- Penulis

Rabu, 21 Juli 2021 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Wasri, Camat Penarik Sutrina SH, Kasi Ekobang Wijiyanto,Kades Maju Makmur Heris Triyanto, Sekdes Maju Makmur, TPK, tim pendamping kecamatan BABINSA dan BHABINKANTIBMAS serta ketua BPD dan anggota saat monitoring ke pembangunan waterboom berbasis agrowisata di Desa Maju Makmur

Mukomuko, (Beritaraflesia.com) – Rabu (21/7) Telah dilakukan monitoring terhadap desa Maju Makmur yang kini sudah mencapai 60 % pembangunan waterboom. Dalam sambutan pembuka Heris Triyanto menjelaskan kegiatan pembangunan di desanya, termasuk kesigapan desa tersebut dalam tanggap COVID 19 yang telah mewabah hingga ke desa – desa yang ada di kecamatan penarik.

“untuk tanggap COVID 19 kami sudah mempersiapkan pencegahan berupa APD, semprotan, desinfektan hand and sanitizer, dan termogun yang merupakan standar dalam pencegahan COVID 19, yang ke dua adalah pembagian Bantuan langsung Tunai yang berjumlah 16 yang kini sudah memasuki tahap V”, jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Wasri, Camat Penarik Sutrina SH, Kasi Ekobang Wijiyanto,Kades Maju Makmur Heris Triyanto, Sekdes Maju Makmur, TPK, tim pendamping kecamatan BABINSA dan BHABINKANTIBMAS serta ketua BPD dan anggotanya.

Tidak sampai di situ Ia juga menjelaskan pembangunan waterboom yang berbasis agrowisata yang menelan biaya dana desa 464.773.200.

Konsep pembangunan Waterboom ini mengadopsi dari agrowisata yang ada di cipanas Jawa Barat. Dan beliau yakin dengan adanya waterboom ini akan ada banyak wisatawan baik dari desa itu sendiri, bahkan luar desa yang akan menjadi sumber PAD desa tersebut

“ Untuk tahap awal  penggunaan dana desa di tahap pertama 40 % kami gunakan untuk pembangunan kolam renang, dan tahap ke dua 40 % kami gunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya yang tentunya yang sudah tertuang dalam RAP yang sudah di sepakati dan sudah di sahkan. Keterkaitan hal tersebut kami minta saran dan sumbangsih dan pembinaannya kepada kami PEMDES Maju Makmur dalam mengelola dana desa ini agar sesuai dengan aturan hukum”, jelasnya.

Baca Juga  Lelang Kegiatan di Dinas PUPR Kaur Sudah Hampir 100 Persen

Istimewanya Monev  ini di hadiri wakil bupati Wasri yang telah memberikan nasihat kepada Pemdes Maju Makmur agar dalam pembangunan waterboom ini sebaik mungkin yang nantinya berdaya guna bagi Pemdes dalam jangka waktu lama

“ Saya mengharapkan agar dalam pembangunan fisik bisa di lakukan dengan kualitas yang baik  karena ini milik kita jadi kita harus bangun sebaik – baiknya dan dapat digunakan sepanjang masa karena pembangunan waterboom ini berbasis agrowisata yang nantinya menjadi PAD bagi desa Maju Makmur”, tuturnya.

Tidak ketinggalan Camat Penarik Sutrisna SH  memberikan wejangan kepada aparatur pemerintahan desa sebelum melakukan evaluasi kegiatan pembangunan waterboom tersebut. Beliau menjelaskan bahwa  Hampir sebagian besar yang menjadi kelemahan di desa – desa adalah administrasi kegiatan pembangunan fisik. Di satu sisi kuat dalam pembangunan tetapi di satu sisi lemah dalam pengadministrasian. Dan ia memberi penjelasan bahwa kelemahan itu bisa diatasi jika pemerintahan desa bisa bekerja sama satu sama lain dan mengikuti anjuran tim pendamping dari kecamatan

“ kita juga akan melakukan pembinaan administrasi setelah melakukan evaluasi pembangunan fisik baik kelengkapan – kelengkapan administrasi yang berkaitan dengan RPJM desa, RKP Desa sampai dengan seluruh SPJ dan kita akan melihat sejauh mana perkembangan laporan penggunaan dana desa”, katanya.

Setelah di lakukan evaluasi tim pendamping kecamatan di dapatkan data dan spesifikasi pembangunan kolam renang tersebut. Pada kesempatan tesebut KASI EKOBANG Wijiyanto menjelaskan bahwa pelakasanaan fisik sudah mencapai 60 % dan ia menghimbau agar pengerjaannya jangan tergesa – gesa di sesuaikan dengan gambar yang telah di tetapkan sebelumya.

“ Dari hasil cros – check fisik yang target 40 % sudah melebihi tetapi kami mohoh TPK untuk fisik lebih di makasimalkan pekerjaannya khususnya dalam segi penampilannya untuk di perhatikan karena, ada tebal tipis dalam pemlesterannya jadi jangan sampai mengelupas karena nantinya akan ganti keramik”, tuturnya. (Byg)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB
Cegah Pungli dan Gratifikasi, Kominfotik Bengkulu Tegaskan Komitmen Bersama
Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Lebong, Gubernur Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
Menuju Kawasan Industri Pulau Baai, Pemprov Bengkulu Himpun Pelaku Usaha
Polres Mukomuko Bersama Polsek Jajaran Perkuat Pengamanan dan Pelayanan di Objek Wisata Saat Idul Fitri 1447 H
Inflasi Bengkulu Zona Hijau, Kepala Daerah Diminta Pantau Bapok Jelang Idulfitri
Pemprov Bengkulu Perkuat Literasi Digital Ramah Anak Lewat Bimtek Linimasa Bersama Komdigi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 14:47 WIB

Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB

Rabu, 22 April 2026 - 11:50 WIB

Cegah Pungli dan Gratifikasi, Kominfotik Bengkulu Tegaskan Komitmen Bersama

Sabtu, 18 April 2026 - 22:24 WIB

Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global

Kamis, 9 April 2026 - 09:43 WIB

Banjir Bandang Terjang Kabupaten Lebong, Gubernur Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:42 WIB

Menuju Kawasan Industri Pulau Baai, Pemprov Bengkulu Himpun Pelaku Usaha

Berita Terbaru

DPRD Provinsi Bengkulu

Wakil Ketua I DPRD Bengkulu Perjuangkan Irigasi Sawah Baru 200 Hektare di Enggano

Senin, 11 Mei 2026 - 16:16 WIB